Pencarian

XREAL One Pro Review: Kacamata Pintar yang Membuktikan Android XR Layak Ditunggu

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:08:01 WIB
XREAL One Pro Review: Kacamata Pintar yang Membuktikan Android XR Layak Ditunggu
Warga menguji coba kacamata pintar XREAL One Pro yang terhubung dengan ponsel untuk menampilkan layar virtual dalam kegiatan peliputan di Kalimantan Timur.

KALIMANTAN TIMUR — XREAL mungkin belum populer di kalangan pengguna awam. Tapi perusahaan asal Tiongkok ini punya ambisi besar: menjadi garda terdepan adopsi Android XR, platform realitas campuran garapan Google dan Samsung. Sebelum meluncurkan kacamata Android XR-nya yang bernama XREAL Aura, kami menjajal produk teranyarnya, XREAL One Pro, untuk mengukur kematangan teknologi ini.

Konsepnya sederhana: colokkan kacamata ke ponsel, laptop, atau tablet, dan layar virtual raksasa muncul di depan mata. Hasilnya? Menjanjikan, tapi belum sempurna.

Bukan Sekadar Layar Tempel, Ini Pengganti Monitor Portabel

XREAL One Pro terhubung lewat kabel USB-C dan langsung mengenali perangkat sumber. Pada Galaxy Z Fold 7 yang menjalankan DeX, pengalamannya terasa seperti memiliki monitor 157 inci di dalam tas. Ukuran layar virtual ini bisa disesuaikan dengan preferensi.

Skenario penggunaan paling ideal justru muncul di tempat tak terduga: kabin pesawat. Menonton film dengan layar raksasa yang mengambang dan mengikuti gerakan kepala jauh lebih nyaman daripada menatap layar kursi di depan. Bobotnya ringan dan cukup nyaman dipakai selama penerbangan beberapa jam—sesuatu yang sulit dilakukan dengan headset sebesar Apple Vision Pro.

Untuk produktivitas, mirroring layar MacBook juga bekerja baik. Layar virtual yang luas memberi ruang kerja ekstra tanpa khawatir posisi duduk penumpang di depan mengganggu.

Kualitas Layar dan Tracking: Ada Catatan Penting

Kualitas gambar yang dihasilkan sangat baik setelah pengaturan awal disesuaikan. Warna akurat dan ketajaman cukup untuk menonton film maupun membaca teks dokumen.

Sayangnya, pelacakan 3DoF (three degrees of freedom) yang andal di darat mulai bermasalah saat digunakan di dalam pesawat. Layar virtual cenderung bergeser sendiri, terutama saat ada turbulensi. Ini bukan kegagalan fatal, tapi cukup mengganggu konsentrasi menonton.

Masalah lain muncul dari sisi kompatibilitas aplikasi. Saat tersambung ke tablet Redmagic Astra 2, beberapa aplikasi video seperti Fandango at Home dan Google TV gagal berfungsi. Mode konversi 3D juga tidak aktif di tablet tersebut, padahal berjalan mulus di Galaxy Z Fold 7.

Keterbatasan yang Justru Menjadi Alasan Android XR Dibutuhkan

XREAL One Pro hanya "meneruskan" apa pun yang dikirim dari perangkat sumber. Kontrol di badan kacamata minim, dan tanpa perangkat kedua, kacamata ini tidak bisa berbuat banyak. Ada add-on untuk kontrol gestur dan XREAL menjual ponsel Android khusus yang menambahkan antarmuka ke kacamata, tapi itu solusi tambahan yang rumit.

Di sinilah celah yang akan diisi oleh XREAL Aura dengan Android XR. Sistem operasi ini diharapkan menjadi "puzzle piece" yang hilang—memberikan antarmuka mandiri dan pengalaman yang lebih utuh tanpa bergantung pada perangkat eksternal. XREAL sendiri cukup vokal bahwa masa depan produknya akan banyak bersandar pada Android XR, meski dukungan colokkan perangkat eksternal tetap dipertahankan di Aura.

Harga dan Varian: Pilih Sesuai Kebutuhan

XREAL One Pro dibanderol USD 600 (sekitar Rp 9,9 juta). Angka yang cukup tinggi untuk sekadar "layar ekstra portabel". Untuk kebutuhan tersebut, ada alternatif lebih murah:

  • XREAL A01+ (USD 299 / sekitar Rp 4,9 juta): Pilihan paling masuk akal untuk menonton film dan gaming.
  • XREAL 1S (USD 450 / sekitar Rp 7,4 juta): Performa hampir setara One Pro untuk skenario penggunaan yang kami uji, sudah kami coba di ajang CES.

XREAL Aura dijadwalkan rilis akhir tahun ini. Sementara itu, One Pro, 1S, dan A01+ sudah tersedia di pasaran.

Kesimpulan: Layak Ditunggu, Tapi Bukan untuk Semua Orang

XREAL One Pro adalah produk yang mengesankan secara teknologi, tapi masih terasa seperti perangkat untuk penggemar berat. Jika Anda sering bepergian dan butuh layar besar di mana saja, kacamata ini bisa jadi investasi menarik. Namun, bagi kebanyakan orang, menunggu XREAL Aura dengan Android XR yang lebih mandiri adalah pilihan lebih bijak—di situlah potensi sebenarnya dari perangkat ini akan terwujud.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks