Pencarian

Kualitas Udara Samarinda Sentuh Angka 100 di Palaran dan Sambutan, Pemkot Pertahankan Sekolah Tatap Muka

Kamis, 03 September 2026 • 20:41:01 WIB
Kualitas Udara Samarinda Sentuh Angka 100 di Palaran dan Sambutan, Pemkot Pertahankan Sekolah Tatap Muka
Suasana Kabut Asap menyelimuti kawasan Palaran dan Sambutan, Samarinda, dengan indeks kualitas udara menyentuh angka 100.

SAMARINDA — Dua kecamatan paling parah terdampak penurunan kualitas udara, yakni Palaran dan Sambutan, masih menjadi wilayah dengan risiko tertinggi bagi pelajar. Sekretaris Daerah Samarinda Neneng Chamelia Shanti menyebut kadar polusi di kawasan tersebut masih berada dalam batas yang bisa ditoleransi, meskipun secara indeks telah melewati ambang batas sehat.

Dua Kecamatan Terparah: Palaran dan Sambutan

Pemkot Samarinda memetakan sebaran dampak kabut asap yang menyelimuti wilayahnya. Palaran dan Sambutan tercatat sebagai daerah dengan konsentrasi pencemaran tertinggi.

"Kita masih analisa. Kalau yang paling banyak kejadian itu Palaran dengan Sambutan. Tapi sejauh ini masih dalam kadar yang bisa ditoleransi," ujar Neneng saat ditemui di Kantor BPBD Kota Samarinda, Jalan Sentosa.

Sekolah Jadi Titik Aman, Libur Justru Berisiko

Opsi meliburkan pelajar untuk sementara waktu sempat mengemuka dalam pembahasan internal. Namun, kebijakan tersebut ditolak dengan pertimbangan efektivitas pengawasan terhadap anak di luar jam sekolah.

Neneng menilai, ketika anak berada di sekolah, pergerakan mereka dapat dipantau oleh guru dan tenaga kependidikan. Kondisi tersebut justru berbanding terbalik bila sekolah diliburkan tanpa jaminan orang tua mampu mengawasi anak tetap berada di dalam rumah.

"Kalau misalnya kita liburkan, apakah orang tua benar-benar bisa mengawasi anaknya tidak ke mana-mana? Kalau di sekolah kan lebih terkontrol," katanya.

Sebagai langkah sementara, pelajar yang tetap beraktivitas di sekolah diwajibkan mengenakan masker. Imbauan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan hingga perkembangan kualitas udara menunjukkan perbaikan.

Puncak Polusi Terjadi Sore Hari, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Pemkot Samarinda mengingatkan masyarakat untuk mengatur ulang jadwal aktivitas fisik di luar ruangan. Berdasarkan pola pemantauan, kadar pencemaran udara cenderung meningkat signifikan mulai pukul 14.00 WITA.

"Dari jam 2 itu biasanya kadar pencemaran udara itu naik. Jadi dikurangilah dulu," ungkap Neneng.

Kebiasaan warga berolahraga seperti bersepeda dan jogging pada malam hari menjadi perhatian khusus. Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker serta membatasi durasi di area terbuka.

Enam Warga Diamankan terkait Pembakaran Lahan

Upaya penegakan hukum terhadap penyebab kabut asap terus berjalan. Kepolisian telah mengamankan enam orang yang diduga terlibat aktivitas pembakaran lahan di wilayah Samarinda.

"Yang jelas pakai masker itu baik untuk keadaan sekarang," tegas Neneng mengenai perlindungan kesehatan warga.

Dari proses pemeriksaan awal, sebagian pembakaran dilakukan untuk kepentingan pertanian. Namun, para pelaku dinilai tidak memperhitungkan arah angin dan potensi api meluas ke area lain.

Pemkot Samarinda meminta warga menghentikan segala bentuk pembakaran, baik sampah rumah tangga maupun lahan, selama masa kekeringan dan kualitas udara belum kembali normal. Pelanggaran akan ditindak sesuai proses hukum yang berlaku.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insitekaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks