KALIMANTAN TIMUR — MoU ditandatangani di sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok untuk menghadiri Eastern Economic Forum 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, yang juga menjabat CEO Danantara, turut mendampingi Prabowo saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kinerja Membaik Jadi Modal Ekspansi
Rosan menyebut studi bersama itu digarap langsung bersama Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi. "Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.
Menurut Rosan, kondisi keuangan Pupuk Indonesia terus membaik sehingga memungkinkan perusahaan melakukan investasi di luar negeri. "Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia," jelas dia.
Vladivostok: Gerbang Menuju Pasar Asia Pasifik
Lokasi Vladivostok yang menghadap Samudra Pasifik menjadi alasan utama pemilihan proyek ini. Kawasan tersebut merupakan pasar ekspor yang selama ini menjadi andalan Pupuk Indonesia.
"Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," kata Rahmad Pribadi.
Melalui proyek ini, Pupuk Indonesia berencana memproduksi pupuk berbahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia. Presiden Prabowo pun sempat memamerkan kerja sama itu di panggung Eastern Economic Forum 2026, meski tidak merinci nama mitra maupun nilai investasi yang disepakati.
Arahan Danantara untuk Ketahanan Nasional
Rahmad menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman ini sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia berperan lebih besar dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi bisnis global. "Hari ini, sebuah nota kesepahaman (MoU) juga telah ditandatangani antara perusahaan pupuk kami dan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia untuk investasi bersama dalam proyek produksi pupuk berbahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia ini," papar Prabowo di forum tersebut.
Kerja sama ini masih berada pada tahap kajian bersama. Detail teknis, mitra Rusia yang terlibat, serta besaran investasi baru akan diketahui setelah studi rampung.
Langkah ini menegaskan ambisi Pupuk Indonesia untuk tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga menjadi pemain penting di pasar pupuk internasional. Jika terealisasi, pabrik di Vladivostok akan menjadi jembatan bagi Indonesia memperkuat pasokan ke kawasan Pasifik.