Penutupan Sementara Dermaga 1 dan 2 Pelabuhan Penajam PPU Mulai Pekan Depan, Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui Penumpang

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:06:22 WIB
Dermaga 1 dan 2 Pelabuhan Penajam PPU akan ditutup sementara untuk perbaikan mulai pekan depan.

PENAJAMPT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan mengumumkan rencana penutupan sementara dua dermaga utama di Pelabuhan Feri Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penyeberangan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.

Dermaga Mana Saja yang Ditutup dan Berapa Lama?

Penutupan dilakukan secara bertahap. Dermaga 1 akan menjadi yang pertama ditutup untuk proses perbaikan. Setelah selesai, giliran Dermaga 2 yang menjalani pemeliharaan serupa. PT ASDP belum merilis tanggal pasti dimulainya penutupan, namun memastikan jadwal lengkap akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Penutupan sementara ini adalah bagian dari upaya kami memastikan infrastruktur dermaga dalam kondisi prima, terutama menjelang peningkatan volume penumpang dan kendaraan,” ujar perwakilan PT ASDP Balikpapan dalam keterangan resmi yang diterima awak media.

Apakah Layanan Penyeberangan Berhenti Total?

Tidak. Selama Dermaga 1 dan 2 ditutup, PT ASDP akan mengalihkan seluruh aktivitas bongkar muat penumpang dan kendaraan ke Dermaga 3 yang masih beroperasi penuh. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan dan memperhatikan papan informasi yang telah disediakan di area pelabuhan.

Manajemen PT ASDP juga memastikan bahwa jadwal kapal reguler rute Penajam–Balikpapan tidak mengalami perubahan signifikan selama masa pemeliharaan. Namun, penumpang diimbau untuk tiba lebih awal guna mengantisipasi potensi antrean yang lebih panjang dari biasanya akibat pengalihan dermaga.

Mengapa Perbaikan Dilakukan Sekarang?

Perbaikan dermaga di Pelabuhan Penajam menjadi krusial mengingat peran strategis pelabuhan ini sebagai pintu masuk utama dari Balikpapan menuju PPU dan wilayah sekitarnya. Sejak penetapan PPU sebagai bagian dari kawasan IKN, volume penyeberangan terus meningkat.

Langkah antisipatif ini diambil untuk mencegah kerusakan yang lebih parah yang dapat mengganggu arus logistik dan mobilitas warga, terutama pada momen libur panjang dan akhir pekan. Pihak ASDP menjanjikan proses pengerjaan akan berlangsung efisien agar pelabuhan kembali beroperasi normal dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top