El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, BMKG Ingatkan Kemarau Panjang di Kaltim

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:16:01 WIB
Kepala BMKG menyampaikan prediksi musim hujan 2026/2027 di Kalimantan Timur secara virtual, Senin (12/10/2026).

BALIKPAPAN — Djoko menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi terkait prediksi musim hujan 2026/2027 di Kaltim yang disampaikan secara virtual, Senin (12/10/2026). Ia menyebut dampak El Nino sudah dirasakan langsung berupa musim kemarau panjang di wilayah tersebut.

“Dampaknya sudah bisa kita rasakan sendiri. Musim kemarau di Kalimantan Timur berlangsung panjang. Namun, ini bukan berarti El Nino akan segera berakhir,” ujarnya.

Menurut Djoko, El Nino diperkirakan mulai bergerak menuju kondisi normal pada pertengahan tahun depan, sekitar Mei hingga Juli. Situasi ini memengaruhi aktivitas masyarakat, mulai dari pertanian hingga kesiapsiagaan bencana.

Musim Hujan Lebih Pendek, Kalender Tanam Perlu Disesuaikan

Prakiraan BMKG menunjukkan musim hujan 2026/2027 di Kaltim berdurasi lebih pendek dengan sifat hujan umumnya normal. Kondisi ini menjadi pertimbangan penting bagi sektor pertanian yang bergantung pada ketersediaan air dan ketepatan waktu tanam.

“Kalau musim hujan hanya berlangsung sekitar tiga sampai empat bulan, perlu dipertimbangkan jenis tanaman yang sesuai untuk ditanam. Karena itu, informasi awal musim hujan ini penting sebagai dasar perencanaan,” jelas Djoko.

Petani diharapkan menyesuaikan kalender tanam dengan memperhatikan prakiraan awal musim hujan serta potensi durasi musim yang lebih singkat. Pemanfaatan informasi iklim membantu mengantisipasi risiko akibat perubahan pola musim.

Banjir, Tanah Longsor, hingga Angin Kencang Mengintai

Djoko mengingatkan potensi bencana selama periode peralihan musim maupun musim hujan meliputi banjir, tanah longsor, dan banjir rob di kawasan pesisir. Hujan intensitas tinggi juga berpotensi memicu banjir bandang di wilayah tertentu.

Masa peralihan dari kemarau menuju hujan dapat disertai angin kencang. Perubahan pola pergerakan massa udara dari Monsun Australia menuju Monsun Asia turut memengaruhi dinamika atmosfer dan waktu dimulainya musim hujan.

Sebagian wilayah Kaltim diperkirakan mengalami kemunduran awal musim hujan. Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan iklim untuk mengantisipasi kondisi yang dapat berubah.

BPBD Diminta Perkuat Mitigasi dan Sebar Informasi Kebencanaan

BPBD bersama instansi terkait diharapkan memperkuat langkah mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperluas penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat. Masyarakat juga perlu memperhatikan peringatan dini cuaca dan menjaga saluran drainase.

“Informasi yang dikeluarkan BMKG, terutama terkait awal musim hujan dan musim kemarau, perlu menjadi perhatian bersama untuk menyusun perencanaan dan mengambil keputusan di berbagai sektor,” pungkasnya.

Pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, dan masyarakat diharapkan menyiapkan langkah antisipasi secara terarah. Kesiapsiagaan sejak dini menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di Kalimantan Timur.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kaltimfaktual.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top