Disdikbud Kaltim Beri Sekolah Opsi PJJ Imbas Kabut Asap Karhutla, Dua Kabupaten Sudah Daring

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:47:01 WIB
Disdikbud Kaltim memberikan opsi pembelajaran jarak jauh bagi sekolah imbas kabut asap karhutla.

SAMARINDA — Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin menyatakan kebijakan PJJ disesuaikan dengan kondisi darurat di setiap daerah untuk melindungi anak-anak dari paparan kabut asap. Arahan tersebut disampaikan di Samarinda, Rabu, 14 Oktober 2026, menyusul tingginya intensitas kebakaran hutan dan lahan yang mencemari udara di sejumlah wilayah provinsi itu.

Diskresi bagi kepala SMA dan SMK menjadi inti kebijakan kali ini. Sekolah tidak diwajibkan seragam mengikuti satu pola, melainkan menilai sendiri kondisi udara di lapangan sebelum memutuskan metode belajar.

Kutai Barat dan Berau Sudah Jalankan PJJ Lebih Dulu

Dua kabupaten menjadi wilayah pertama yang menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap. Kutai Barat dan Berau dinilai memiliki intensitas karhutla paling tinggi sehingga kualitas udara setempat memburuk lebih cepat dibanding daerah lain.

Pengalaman pandemi disebut menjadi modal utama. Armin menilai guru, siswa, dan pihak sekolah sudah terbiasa menjalankan alur pembelajaran daring sejak gelombang COVID-19 beberapa tahun lalu.

"Pengalaman berharga selama pandemi terdahulu membuat para guru, siswa, serta pihak sekolah telah terbiasa menjalankan alur pembelajaran secara daring," ujarnya.

Orang Tua Diminta Awasi Anak Selama Belajar di Rumah

Disdikbud Kaltim menekankan peran orang tua dalam memantau seluruh aktivitas anak selama PJJ berlangsung. Pengawasan dinilai penting agar peserta didik tetap fokus belajar dan tidak keluyuran di luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk.

Para tenaga pendidik diinstruksikan memantau kedisiplinan dan kehadiran siswa melalui aplikasi Zoom, disertai laporan dokumentasi foto. Guru juga diminta rutin memberikan evaluasi berkala.

"Guna menjaga mutu pembelajaran daring yang berkualitas, para guru diminta rutin memberikan evaluasi berkala dan memanfaatkan metode pengumpulan tugas digital," ungkap Armin.

Tugas Dikumpulkan Lewat Foto, Bukan Tumpukan Berkas Fisik

Skema pengumpulan tugas berbasis digital diterapkan melalui pengiriman foto tulisan tangan siswa via aplikasi pesan instan atau sistem sekolah. Cara ini dirancang mempermudah evaluasi harian tanpa membebani peserta didik dengan tumpukan berkas fisik.

Guru dituntut lebih kreatif dengan variasi metode pembelajaran seperti presentasi mandiri, rekaman suara, dan karya video siswa. Penerapan standar operasional prosedur serta pembatasan durasi tugas turut diberlakukan untuk melatih kedisiplinan waktu peserta didik.

Kebijakan PJJ di Kaltim bergantung pada perkembangan kualitas udara di tiap wilayah. Sekolah yang kondisi udaranya membaik dapat kembali ke jadwal belajar normal, sementara daerah dengan kabut asap pekat tetap melanjutkan pembelajaran daring.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top