BALIKPAPAN — Erwin Dahri menegaskan bahwa menjaga kerukunan tidak cukup dilakukan lewat kegiatan seremonial. Menurut dia, keterlibatan aktif warga dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci utama, mulai dari membangun komunikasi yang baik antarwarga hingga menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.
Sosialisasi yang digelar Kecamatan Balikpapan Barat menyasar tiga kelompok utama: aparatur kecamatan, tokoh masyarakat, dan generasi muda. Ketiganya dinilai sebagai pihak yang paling menentukan keberhasilan pembauran kebangsaan di tingkat lingkungan tempat tinggal.
Bagi Erwin, keberagaman yang dimiliki masyarakat Balikpapan merupakan kekuatan yang perlu dijaga. Perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun hubungan yang harmonis antarwarga.
"Pembauran kebangsaan ini penting untuk memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat. Kita memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi harus tetap menjaga kebersamaan dan saling menghormati," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Erwin dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Pembauran Kebangsaan di lingkungan Kecamatan Balikpapan Barat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah kecamatan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Erwin secara khusus mendorong tokoh masyarakat dan pemuda untuk aktif menumbuhkan sikap toleran. Kedua kelompok itu dinilai paling efektif mencegah munculnya konflik akibat perbedaan pandangan di tingkat RT dan kelurahan.
"Kami berharap masyarakat bisa terus menjaga komunikasi dan tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang dapat memecah belah persatuan. Kalau ada permasalahan, sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, unsur TNI dan Polri turut hadir bersama perwakilan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keharmonisan di lingkungan masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, Kecamatan Balikpapan Barat berharap nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai konsep. Nilai tersebut diharapkan benar-benar diterapkan dalam interaksi sosial sehari-hari warga.
Erwin menegaskan, menjaga persatuan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Dengan semangat gotong royong dan toleransi, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan saling menghargai.