Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Demonstran GMNI Samarinda, Pemprov Buka Suara soal Insiden di Masjid Nurul Mukminin

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:15:31 WIB
Ajudan Gubernur Kaltim terlibat kontak fisik dengan massa GMNI Samarinda di area Masjid Nurul Mukminin.

SAMARINDA — Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, membenarkan insiden yang melibatkan ajudan Rudy Mas'ud dan massa GMNI Samarinda. Menurut Sudarno, aksi massa sudah berlangsung sejak sore hari terkait isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Massa belum sempat bertemu Rudy karena padatnya agenda gubernur.

Rekaman yang beredar memperlihatkan Aski mendampingi Rudy berjalan menuju masjid. Ponsel perekam video tersenggol hingga jatuh, lalu Aski berjalan ke arah seorang pemuda dan terjadi kontak fisik.

Massa Sudah Menghadang Sejak Gubernur Masuk Kawasan Masjid

Sudarno menyebut massa GMNI berada di kawasan masjid yang menjadi titik kumpul sekaligus lokasi pembubaran aksi. Saat bersamaan, Rudy melintas untuk menunaikan salat Magrib.

"Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu walaupun ada celetukan-celetukan kecil," kata Sudarno.

Menurutnya, celetukan dari massa sudah muncul sebelum kontak fisik terjadi. Situasi memanas ketika ajudan dan demonstran bersitegang di area parkir masjid.

Apa Isi Tuntutan Massa GMNI Samarinda?

Aksi GMNI Samarinda menyoroti persoalan karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kaltim. Massa menuntut perhatian pemerintah daerah terhadap dampak kabut asap dan penanganan titik api.

Demonstrasi berlangsung sejak sore dan berakhir di kawasan Masjid Nurul Mukminin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Titik pembubaran aksi itulah yang bersinggungan dengan jalur Rudy menuju masjid.

Pemprov Kaltim Janji Telusuri Video yang Beredar

Pemprov Kaltim menyatakan akan menelusuri rekaman viral tersebut untuk memastikan kronologi lengkap. Sudarno tidak merinci apakah ada pihak yang akan diperiksa terkait insiden itu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun GMNI Samarinda soal kontak fisik tersebut. Video insiden masih beredar luas di media sosial dan menjadi perbincangan warganet Kaltim.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top