KUTAI KARTANEGARA — Penilaian itu disampaikan Fachruddin, anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan IV, saat dihubungi pada Selasa (20/10/2026). Menurutnya, kehadiran wisatawan tidak hanya meramaikan agenda tahunan tersebut, tetapi juga menghidupkan aktivitas usaha dan sektor pendukung pariwisata di sekitarnya.
“Pesta Laut Samboja ini menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah kita. Harapannya, kegiatan ini bisa menarik wisatawan untuk datang sehingga turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Samboja dikenal memiliki garis pantai yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik kunjungan. Lewat Pesta Laut, potensi tersebut diharapkan lebih dikenal masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar Kukar.
Fachruddin menilai perpaduan antara kegiatan budaya dan potensi wisata daerah menjadi peluang memperkuat sektor pariwisata. Dampaknya diharapkan sampai ke warung, pedagang, dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi acara.
Selain memperkenalkan destinasi, Pesta Laut menjadi ruang pengenalan tradisi masyarakat pesisir kepada pengunjung. Menurut Fachruddin, tradisi itu punya nilai promosi yang tidak bisa dilepaskan dari identitas Samboja.
“Selain menjadi upaya melestarikan budaya, Pesta Laut juga bisa menjadi sarana promosi wisata Samboja. Kita memiliki potensi pantai dan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas,” katanya.
Fachruddin berharap Pesta Laut tidak berhenti sebagai agenda hiburan. Kegiatan itu dinilainya perlu memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal dan mendorong promosi wisata Kecamatan Samboja.
“Harapannya, kegiatan ini bisa terus dilaksanakan dan dikembangkan agar budaya masyarakat pesisir tetap terjaga, sementara potensi wisata dan ekonomi lokal juga semakin dikenal,” pungkasnya.
Pesta Laut Samboja 2026 sendiri menjadi salah satu agenda budaya pesisir di Kutai Kartanegara yang mempertemukan tradisi masyarakat nelayan dengan kunjungan wisatawan. Pemerintah daerah dan DPRD Kukar diharapkan terus mendukung keberlanjutan acara ini.