Regulator Antitrust Inggris Desak Apple Buka Akses NFC iPhone untuk Fintech

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46:01 WIB
Otoritas persaingan usaha Inggris (CMA) mengusulkan pembukaan akses NFC iPhone bagi pengembang pihak ketiga.

KALIMANTAN TIMUR — Otoritas persaingan usaha Inggris (CMA) mengusulkan Apple membuka akses NFC iPhone bagi pengembang pihak ketiga dengan tarif yang jauh lebih rendah. Langkah ini menyusul dominasi Apple Wallet di pasar pembayaran contactless Inggris yang mencapai 39 persen dari total transaksi, sementara belum ada satu pun dompet digital lokal yang mampu bersaing.

Competition and Markets Authority (CMA) menargetkan posisi Apple yang nyaris monopoli dalam pembayaran contactless berbasis NFC di Inggris. Regulator menilai biaya dan aturan akses Apple selama ini menghambat inovasi perusahaan fintech lokal yang ingin mengembangkan layanan dompet digital sendiri.

Usulan CMA berfokus pada dua hal: membuka standar NFC Apple untuk pihak ketiga dan menurunkan biaya akses yang dinilai terlalu memberatkan. Inggris sendiri merupakan salah satu pusat fintech terkemuka dunia dengan lebih dari 360.000 lapangan kerja yang bergantung pada sektor ini.

Dominasi Apple Wallet di Pembayaran Contactless

Data CMA menunjukkan 39 persen dari seluruh pembayaran di Inggris kini dilakukan secara contactless, dan Apple Wallet menjadi pilihan paling populer di antara pengguna iPhone. Angka ini menjadikan ekosistem Apple sebagai pintu masuk utama transaksi digital di negara tersebut.

Masalahnya, menurut CMA, tidak ada satu pun perusahaan di Inggris yang berhasil meluncurkan produk dompet digital yang mampu bersaing dengan Apple Wallet. Situasi ini berbeda dengan Uni Eropa, di mana sejumlah pemain fintech sudah memiliki akses setara sejak Apple membuka NFC untuk pengembang pada 2024.

CMA menyebut biaya dan syarat akses yang dibebankan Apple kepada pengembang sebagai penyebab utama mandeknya persaingan. Regulator menggunakan istilah "onerous" untuk menggambarkan beban tersebut, yang dinilai membuat fintech lokal sulit tumbuh.

Ingin Samakan Akses dengan Uni Eropa

CMA menginginkan Apple membuka akses Wallet ke standar contactless yang digunakan secara internasional. Tujuannya agar perusahaan Inggris dapat menghadirkan layanan pembayaran yang sudah beroperasi di Uni Eropa tanpa terhalang perbedaan aturan.

Regulator juga menegaskan bahwa berdasarkan bukti yang mereka kumpulkan, teknologi NFC dan elemen keamanan terkait tidak menimbulkan kekhawatiran keamanan yang melekat. Pernyataan ini membantah salah satu alasan yang selama ini dipakai Apple untuk membatasi akses pihak ketiga.

Alih-alih menetapkan tarif langsung, CMA memilih merumuskan prinsip-prinsip penentuan harga. Harapannya, biaya yang dibebankan Apple kepada pengembang menjadi jauh lebih rendah dari tarif saat ini sehingga layanan dompet digital pihak ketiga layak secara komersial.

Apple Menolak dengan Alasan Privasi

Apple menolak usulan tersebut. Juru bicara perusahaan menyatakan keberatan jika CMA memaksa Apple mengadopsi pendekatan yang menurunkan standar privasi dan keamanan pengguna.

"We do not believe the CMA should require Apple to adopt an approach with lower privacy and security protections," kata juru bicara Apple kepada Reuters. "We will continue to engage constructively to reach an outcome that is in the best interest of our users."

Posisi Apple ini sejalan dengan sikap perusahaan dalam sengketa serupa di Uni Eropa. Pada 2024, Apple berkomitmen membuka teknologi NFC untuk pembayaran tap-and-go kepada pengembang, termasuk akses ke fitur iOS seperti autentikasi Face ID dan double-click to pay. Komitmen itu menyelamatkan Apple dari denda antitrust yang bisa mencapai 10 persen dari omzet tahunan global.

Sejak iOS 18.1, Apple memang sudah menawarkan akses pihak ketiga ke fungsi tersebut di sejumlah wilayah, termasuk Inggris. Namun pengembang di Inggris tetap terkurung dalam ekosistem Apple dan wajib membayar biaya yang tidak berlaku di Uni Eropa.

Jadwal Konsultasi dan Keputusan Akhir

CMA membuka konsultasi publik atas usulan ini hingga 17 November 2026. Keputusan final akan diambil setelah seluruh tanggapan dari industri, pengembang, dan publik dievaluasi.

Bagi pengguna iPhone di Inggris, hasil keputusan ini berpotensi menghadirkan pilihan dompet digital selain Apple Wallet di layar utama mereka. Sementara bagi pasar Indonesia, arah regulasi CMA menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap keterbukaan NFC Apple semakin meluas, meski penerapannya di Tanah Air masih bergantung pada kerangka regulasi domestik dan kesepakatan Apple dengan otoritas setempat.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top