BALIKPAPAN — Upacara tahbisan suci digelar di hadapan altar Gereja Santa Theresia Prapatan, Selasa 20 Oktober 2026. Kedua diakon bersujud khidmat menyongsong pengabdian hidup sebagai imam MSF. Prosesi itu dipimpin langsung Mgr Yustinus Harjosusanto MSF.
Bagi Keuskupan Agung Samarinda, tahbisan ini menambah jumlah tenaga pastoral yang tersedia untuk paroki-paroki di pedalaman maupun perkotaan. Mgr Yustinus menyebut maknanya secara langsung.
"Tahbisan imam bagi gereja sangat bermakna karena berarti bertambah tenaga pelayan. Di sini ada dua diakon yang ditahbiskan menjadi imam MSF," kata Mgr Yustinus saat ditemui sebelum upacara tahbisan berlangsung.
Uskup Agung juga menyinggung sinergi MSF berskala global dengan keuskupan dalam melayani umat. Kerja sama itu diharapkan terus ditingkatkan seiring kebutuhan tenaga imam di wilayah Keuskupan Agung Samarinda.
"Kami berharap kerja sama ini bisa ditingkatkan dan tenaga imam di wilayah Keuskupan Agung Samarinda juga bisa bertambah. Kemudian juga ada intensifikasi dalam pelayanan bagi umat, sehingga umat semakin bertambah imannya," ujar Mgr Yustinus.
Perayaan di Gereja Santa Theresia Prapatan membawa misi khusus: menyentuh nurani generasi muda agar berani memilih panggilan hidup membiara. Mgr Yustinus berharap peristiwa tahbisan menjadi pemantik ketertarikan kaum muda.
"Diharapkan dari peristiwa ini ada orang-orang muda yang tergerak hatinya untuk bergabung menjadi seorang imam. Karena dengan melihat peristiwa ini, orang-orang muda mungkin juga bisa tertarik untuk menjadi imam," tutur Uskup Agung Keuskupan Samarinda tersebut.
Kepada Pastor Theobaldus dan Pastor Antonius, Mgr Yustinus menitipkan wejangan agar senantiasa merawat komitmen dan rasa syukur di tengah dinamika zaman.
"Sebagai orang yang terpilih dan orang yang kiranya harus bersyukur karena pilihan Allah itu, mesti semangat karena itu adalah amanat dari Tuhan. Jalankan dengan sukacita dan penuh semangat, serta setia sampai akhir hayat," ucapnya.
Peristiwa sakral ini kian istimewa lantaran bertepatan dengan perayaan 100 tahun karya misi MSF berkiprah di tanah Kalimantan. Momen yang sama menyongsong Hari Ulang Tahun ke-95 Paroki Santa Theresia Balikpapan.
Ketua Panitia Pelaksana Silvester Sudin mengungkapkan bahwa perayaan akbar ini dipersiapkan dengan semangat persaudaraan yang utuh.
"Kami mengangkat tema Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Pelayanan dan Bersaksi bagi Dunia," ujar Silvester saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Silvester menilai, penambahan imam baru menjadi sumber kebanggaan yang meneguhkan pertumbuhan rohani komunitas basis di Kaltim.
"Ini menambah tenaga pelayanan agar pembinaan pengembangan iman Katolik pasti akan tumbuh dengan baik," ucap Silvester.
Silvester tidak menampik adanya tantangan selama masa persiapan, terutama menyatukan ritme kerja para panitia yang sebagian besar merupakan kaum profesional.
"Namun mereka memiliki komitmen yang kuat terhadap pertumbuhan iman Gereja dan mempunyai nilai pelayanan sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," ungkapnya.
Kekuatan gotong royong warga paroki, dukungan donatur, serta para sponsor akhirnya merajut seluruh jerih payah kepanitiaan menjadi persembahan syukur yang tuntas dan bermakna.