Ratusan Massa Coba Terobos Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda, Minta Rudy Mas'ud Temui Demonstran

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16:31 WIB
Massa demonstran memadati Jalan Gajah Mada dan menekan pagar kantor Gubernur Kaltim di Samarinda.

SAMARINDA — Kerumunan demonstran memadati Jalan Gajah Mada sejak siang, menekan pagar dan barisan personel yang mengawal pintu masuk kantor gubernur. Petugas kepolisian memperkuat garis pengamanan di depan gerbang utama untuk menahan laju massa.

Ketegangan memuncak ketika sebagian peserta aksi mendorong maju ke arah halaman. Gesekan fisik terjadi antara demonstran dan aparat yang berjaga. Tidak ada laporan korban dalam insiden itu.

Negosiasi Meredakan Ketegangan di Depan Gerbang

Perwakilan massa dan petugas akhirnya duduk bernegosiasi di lokasi. Situasi kembali terkendali setelah kedua pihak mencapai kesepakatan.

Mobil komando demonstran diizinkan masuk ke halaman kantor. Dari atas kendaraan itu, orator melanjutkan penyampaian tuntutan kepada massa yang masih bertahan.

Massa Bertahan hingga Gubernur Keluar

Demonstran mendesak Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menemui mereka secara langsung. Massa menyatakan akan tetap berkemah di lokasi sampai mendapat kejelasan atas tuntutan yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.

Hingga aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemprov Kaltim soal permintaan pertemuan tersebut. Massa juga belum menyampaikan pernyataan soal rencana lanjutan bila gubernur tidak menemui mereka.

Pengamanan Diperketat di Sekitar Kantor Gubernur

Personel kepolisian berjaga di beberapa titik sepanjang jalan menuju kantor. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Gajah Mada sempat tersendat akibat massa yang memadati badan jalan.

Pihak kepolisian belum merilis jumlah personel yang dikerahkan maupun perkiraan jumlah peserta aksi. Negosiasi lanjutan diperkirakan berlangsung selama massa masih bertahan di halaman kantor gubernur.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: putraindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top