Cegah Stunting Sejak Hamil: Paket Gizi untuk Ibu dan Balita di Pacitan

Penulis: Hendra Setiawan  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:48:01 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan paket bantuan gizi kepada penerima manfaat di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10).

KALIMANTAN TIMUR — Sebanyak 100 paket bantuan gizi disalurkan bagi ibu hamil dan balita di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10). Bantuan dari Baznas dan Dinas Kesehatan Jatim ini menyasar 10 ibu hamil dan 90 balita, lengkap dengan edukasi gizi dan perawatan bayi. Berikut rincian isi paket dan pesan pentingnya untuk ibu muda.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan pangan bergizi kepada 100 penerima di Pacitan. Paket tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Dinas Kesehatan Jatim, dengan sasaran 10 ibu hamil dan 90 balita.

Isinya bukan sembako biasa. Setiap paket berisi telur, minyak goreng, susu, tepung, kacang hijau, dan beras — bahan yang mudah diolah jadi menu harian keluarga.

Apa Saja Isi Paket Gizi untuk Ibu Hamil dan Balita

Kombinasi bahan dalam paket dipilih untuk mendukung kebutuhan protein, karbohidrat, dan lemak harian. Telur dan kacang hijau jadi sumber protein terjangkau, sementara susu membantu asupan kalsium ibu hamil.

Beras dan tepung berfungsi sebagai sumber energi utama. Minyak goreng melengkapi kebutuhan lemak untuk proses tumbuh kembang anak dan produksi ASI.

Edukasi Jadi Bagian Penting, Bukan Pelengkap

Penyaluran bantuan di Pendopo Kabupaten Pacitan dirangkai dengan sesi edukasi bagi para ibu. Materinya mencakup perawatan bayi, pentingnya menyusui, pemenuhan gizi ibu menyusui, hingga langkah mencegah stunting.

Khofifah menegaskan bantuan pangan tidak cukup berdiri sendiri. "Bantuan ini harus diikuti dengan edukasi. Ibu perlu tahu bagaimana memenuhi kebutuhan gizinya dan memberikan makanan yang sesuai dengan usia anak agar tumbuh sehat," ujarnya.

Mengapa Pencegahan Harus Dimulai Sejak Masa Kehamilan

Menurut Khofifah, periode emas pencegahan stunting terjadi jauh sebelum anak lahir. Ibu hamil perlu asupan gizi cukup dan pemeriksaan kesehatan rutin sepanjang kehamilan.

Setelah bayi lahir, perhatian berlanjut lewat pemberian ASI dan MPASI sesuai usia. "Pencegahan stunting jangan menunggu sampai anak lahir. Sejak hamil, gizi dan kesehatan ibu harus diperhatikan," kata Khofifah.

Angka Stunting Jatim dan Target 2029

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting di Jawa Timur sebesar 14,7%. Angka itu turun dari 17,7% pada 2023 dan berada di bawah prevalensi nasional 19,8%.

Dalam RPJMD Jatim 2025–2029, prevalensi stunting ditargetkan turun menjadi 12% pada 2029. Pemenuhan gizi ibu dan anak serta pendampingan berkelanjutan jadi jalur utama untuk mencapainya.

Cerita Ibu Penerima Manfaat

Nadia, warga penerima bantuan, datang bersama anaknya yang berusia tujuh bulan. Ia mengaku senang karena isi paket sesuai kebutuhan keluarga dengan bayi kecil.

"Tadi juga mendapat penjelasan tentang cara merawat bayi dan memenuhi gizinya. Jadi, saya bisa belajar lagi bagaimana memberikan makanan yang sesuai dengan usia anak supaya tumbuh sehat," katanya.

Warga lain, Sonya, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada ibu dan anak di Pacitan. "Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," ucapnya.

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Pola yang ditekankan dalam kegiatan ini sebenarnya bisa ditiru di rumah. Pastikan ibu hamil makan dengan gizi seimbang, rutin periksa kehamilan, dan memantau tumbuh kembang anak di posyandu.

Untuk ibu menyusui, jaga asupan protein dan cairan agar produksi ASI lancar. Saat anak masuk usia MPASI, berikan makanan sesuai tahapan usia dengan tekstur yang tepat.

Pencegahan stunting paling efektif lewat langkah kecil yang konsisten: meja makan keluarga yang bergizi, jadwal imunisasi yang lengkap, dan pemeriksaan tumbuh kembang yang tidak terlewat.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kabarnusantara.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top