KALIMANTAN TIMUR — Pendaftaran bansos 2027 kini bisa dilakukan mandiri lewat HP melalui sistem Perlinsos Digital. Namun, kemudahan ini juga membuka celah penipuan berkedok bantuan pemerintah. Simak langkah resmi dan ciri tautan palsunya.
Pemerintah menyiapkan sistem Perlinsos Digital untuk penyaluran bantuan sosial tahun 2027. Masyarakat bisa mendaftar sendiri sebagai calon penerima tanpa harus menunggu petugas datang. Sayangnya, pendaftaran online ini kerap disalahgunakan oknum untuk mencuri data pribadi.
Nomor Induk Kependudukan yang tertera di KTP jadi syarat utama untuk memverifikasi identitas pendaftar. Pastikan data di KTP sudah sesuai dengan kondisi terkini. Jangan pakai data orang lain, karena sistem akan mencocokkan identitas secara otomatis.
Pendaftaran hanya bisa dilanjutkan jika status IKD sudah aktif. Aplikasi ini jadi kunci masuk ke portal resmi. Jika belum aktif, urus dulu aktivasi IKD sebelum mencoba mendaftar.
Nomor meteran listrik rumah tempat tinggal wajib diisi dalam formulir pendaftaran. Data ini dipakai pemerintah untuk mencocokkan kondisi ekonomi calon penerima. Siapkan nomornya sebelum mulai mengisi agar proses tidak terputus.
Buka browser di HP atau laptop, lalu kunjungi alamat perlinsos.kemensos.go.id. Klik tombol "Masuk/Login" di halaman utama dan pilih opsi masuk menggunakan akun IKD. Masukkan NIK dan PIN IKD yang sudah diaktivasi.
Sistem akan meminta pemindaian wajah untuk mencocokkan identitas pengguna IKD. Ikuti seluruh instruksi di layar sampai proses verifikasi selesai. Tahap ini memastikan yang mendaftar adalah pemilik akun yang sah.
Setelah berhasil masuk, pilih menu "Daftar Bantuan" dan ikuti arahan yang tertera. Baca dengan saksama pernyataan persetujuan pengolahan data pribadi. Jika semua data sudah benar, klik "Ajukan Bantuan" untuk mengirim permohonan.
Situs resmi pemerintah selalu memakai domain .go.id. Untuk urusan bansos, hanya cekbansos.kemensos.go.id dan perlinsos.kemensos.go.id yang bisa dipercaya. Penipu biasanya memakai domain seperti .xyz, .click, .live, .site, .info, atau .my.id dengan URL panjang dan mencurigakan.
Modus lain yang sering muncul adalah pesan berantai mendesak di WhatsApp atau SMS, permintaan NIK, KK, nomor rekening, hingga kode OTP dengan alasan verifikasi. Layanan bansos Kemensos sepenuhnya gratis sesuai Permensos Nomor 3 Tahun 2021. Siapa pun yang meminta biaya administrasi atau mengaku pendamping sosial dengan janji meloloskan nama penerima bisa dipastikan penipu.
Warga yang kesulitan mendaftar mandiri bisa meminta pendampingan langsung melalui Agen Perlinsos terdekat. Petugas resmi tidak akan meminta foto KTP, KK, atau swafoto memegang KTP lewat pesan pribadi.
Pendaftaran Perlinsos Digital memang mempermudah akses bansos, asalkan syarat disiapkan dan situs resmi jadi satu-satunya rujukan. Jangan pernah membagikan data sensitif lewat pesan pribadi atau tautan yang tidak berakhiran .go.id.