KALIMANTAN TIMUR — HP Omnibook Ultra 14 (2026) adalah laptop premium yang bodinya cuma setebal 1 cm tapi terasa kokoh saat diangkat, dipersenjatai Intel Core Ultra 7 seri 356H dan RAM 32 GB LPDDR5x. Layar 3K OLED 120 Hz dan haptic touchpad menempatkannya di kelas atas, tapi ada satu catatan soal kecepatan RAM yang sebenarnya melebihi dukungan resmi prosesornya.
HP Omnibook Ultra 14 (14-KD0077TU) menyasar pengguna yang menuntut portabilitas ekstrem tanpa mengorbankan performa. Bodinya ringkas dengan ketebalan hanya 1 cm, dan desainnya terasa tegas sekaligus mewah begitu dipegang. Bobot ringan plus build yang kokoh membuat laptop ini nyaman dibawa mobilitas harian.
Dapur pacunya memakai Intel Core Ultra 7 seri 356H dengan code name Panther Lake dan litografi Intel 18A. Konfigurasinya 16 core dan 16 thread, terdiri dari 4 Performance Core, 8 Efficient Core, dan 4 Low Power Efficient Core. Base power berada di 25 Watt dengan max turbo hingga 4,7 GHz serta Intel Smart Cache 18 MB.
Untuk urusan AI, ada NPU Intel AI Boost berperforma hingga 50 TOPS. Angka itu menempatkan Omnibook Ultra 14 masuk kategori Copilot+ PC, jadi fitur-fitur AI lokal Windows 11 bisa berjalan tanpa bergantung penuh ke cloud.
IGP-nya memakai Intel Graphics dengan total 4 Xe-Core. Meski namanya mirip generasi sebelumnya, core di prosesor ini sudah Xe3, generasi terbaru yang diklaim lebih kencang. Untuk pekerjaan grafis ringan sampai menengah, konfigurasi ini semestinya memadai.
RAM terpasang 32 GB LPDDR5X-9523 on board. Ada satu hal unik yang perlu dicatat: prosesornya hanya mendukung kecepatan memori maksimal LPDDR5X-8533. Artinya, modul di laptop ini berjalan di atas spesifikasi resmi yang didukung, sehingga kecepatan ekstranya praktis tidak termanfaatkan penuh.
Penyimpanan disediakan 1 TB SSD M.2 NVMe PCIe Gen 5. Kapasitasnya lega dan antarmuka Gen 5 tergolong kencang untuk kelas laptop tipis. Keterbatasannya, hanya tersedia satu slot SSD M.2, jadi opsi upgrade di kemudian hari praktis tidak ada selain mengganti drive yang sudah terpasang.
Panel layarnya touchscreen 3K OLED dengan refresh rate 120 Hz dan cakupan 100% DCI-P3. Kombinasi ini menjanjikan warna akurat untuk kerja kreatif sekaligus animasi antarmuka yang mulus. Touchpad-nya sudah memakai haptic touchpad, yang biasanya memberi umpan balik tekan lebih presisi dibanding touchpad mekanis konvensional.
Keamanan biometrik ditangani Infra Red Camera, memungkinkan login lewat pengenalan wajah. Untuk konektivitas nirkabel, ada Intel Wi-Fi 7 BE211 yang mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth v6.0.
Kapasitas baterainya 70 Wh, tergolong besar untuk laptop setipis ini. Sistem operasinya Windows 11 Home. Angka 70 Wh di bodi 1 cm menunjukkan HP berusaha menyeimbangkan daya tahan dengan desain ramping, meski durasi pemakaian nyata baru bisa dipastikan lewat pengujian baterai tersendiri.
Dari spesifikasi resminya, Omnibook Ultra 14 memadukan bodi 1 cm, layar 3K OLED 120 Hz, dan prosesor Panther Lake 16 core dalam satu paket premium. Kombinasi ini menarik untuk profesional mobile yang butuh laptop ringan dengan layar akurat warna. Catatan utamanya ada di RAM yang tidak bisa di-upgrade dan slot SSD tunggal. Verdict final soal performa dan daya tahan baterai menunggu pengujian menyeluruh.