SAMARINDA — Polresta Samarinda mengambil langkah antisipasi besar menjelang laga tensi tinggi BRI Liga 1 2026 yang mempertemukan Persija Jakarta dengan Persib Bandung. Sebanyak 620 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan keamanan di sekitar area Stadion Segiri.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyatakan bahwa pergeseran lokasi pertandingan dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan instruksi langsung dari pusat. Situasi keamanan di ibu kota yang dinilai rawan memaksa operator liga memindahkan laga kandang Persija ini ke markas Borneo FC.
"Karena kondisi keamanan di Jakarta dianggap rawan, pertandingan yang seharusnya menempatkan Persija sebagai tuan rumah dipindahkan ke Stadion Segiri. Ini merupakan arahan langsung dari Mabes Polri yang telah disetujui oleh operator Liga 1," ujar Hendri usai memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolresta Samarinda, Jumat (8/5/2026).
Mengapa Pertandingan Persija Jakarta Dipindah ke Samarinda?
Keputusan memboyong duel klasik ini ke Samarinda dilakukan demi menjamin kelancaran kompetisi. Persija Jakarta sebagai penyelenggara telah menyerahkan urusan operasional stadion kepada Steward Service Officer (SSO) Borneo FC. Kerja sama ini diharapkan mempermudah adaptasi pengamanan di lingkungan Stadion Segiri.
Polresta Samarinda juga memperluas jangkauan pemantauan dengan menggandeng wilayah tetangga. Koordinasi intensif dilakukan dengan Polresta Balikpapan untuk memonitor pergerakan suporter yang masuk melalui jalur udara maupun laut di pintu masuk Kalimantan Timur.
Skema Pengamanan dan Pelibatan Personel Lintas Instansi
Kekuatan 620 personel yang disiapkan merupakan gabungan dari berbagai unsur satuan. Selain internal Polresta Samarinda, pengamanan ini melibatkan Brimob Polda Kaltim, Kodim 0901/Samarinda, Denpom, hingga dukungan tambahan 60 personel dari Polres Kutai Kartanegara (Kukar).
Sinergi di lapangan juga mencakup instansi pelayanan publik guna mengantisipasi kondisi darurat. Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengatur arus lalu lintas di sekitar stadion, sementara personel Pemadam Kebakaran dan Dinas Kesehatan disiagakan di titik-titik strategis.
"Kami menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Kami juga berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan guna memantau pergerakan suporter," tegas Hendri.
Aturan Suporter dan Penyesuaian Kuota Tiket Penonton
Sesuai dengan regulasi Liga 1 yang membatasi kehadiran pendukung tim tamu, pihak kepolisian memastikan pendukung Persib Bandung (Viking) tidak diperbolehkan hadir di stadion. Hanya pendukung Persija (Jakmania) dan penonton umum yang diberikan akses masuk.
Pihak kepolisian mengklaim telah menjalin komunikasi dengan perwakilan kedua kelompok suporter untuk menjaga kondusivitas. "Viking sudah berkomitmen untuk tidak hadir di stadion karena status tim mereka sebagai tim away. Sementara Jakmania akan ikut mengawal agar situasi tetap kondusif," tambah Hendri.
Terkait kapasitas penonton, panitia pelaksana memutuskan untuk memangkas kuota tiket demi alasan keamanan. Dari rencana awal sebanyak 9.000 penonton, kini hanya tersedia 7.500 tiket untuk masyarakat umum. Sebanyak 1.500 kursi sisanya dialokasikan khusus bagi tamu undangan dan sponsor resmi klub.
Sistem verifikasi ketat diterapkan dalam pembelian tiket melalui SSO Persija. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penonton yang masuk ke Stadion Segiri adalah anggota resmi suporter atau warga lokal Samarinda guna meminimalisir potensi gesekan antar kelompok.