SAMARINDA — Sebanyak 1.032 petugas kebersihan di Samarinda disiagakan untuk kerja lembur selama perayaan Iduladha tahun ini. Mereka mulai bertugas sejak H-1 untuk mengantisipasi lonjakan sampah yang diprediksi meningkat signifikan akibat aktivitas pemotongan hewan kurban.
DLH Samarinda memprediksi volume sampah bisa melonjak hingga dua kali lipat dari hari biasa. Limbah yang paling banyak dikhawatirkan adalah jeroan, tulang, dan kotoran hewan yang jika tidak segera ditangani bisa menimbulkan bau menyengat dan mengundang lalat.
Imbauan Stop Plastik untuk Daging Kurban
Selain menyiagakan personel, DLH Samarinda juga mengeluarkan imbauan tegas kepada warga untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat membungkus daging kurban. Kebijakan ini sejalan dengan program pengurangan sampah plastik yang sudah digalakkan pemerintah kota.
Warga diminta membawa wadah sendiri, seperti besek bambu, daun pisang, atau tas kain, saat mengambil daging kurban di masjid atau lokasi pemotongan. Langkah ini dinilai efektif mengurangi timbunan sampah plastik yang kerap membludak usai Iduladha.
Lonjakan Sampah Kurban: Pola yang Terulang Setiap Tahun
Fenomena lonjakan sampah saat Iduladha bukanlah hal baru di Samarinda. Setiap tahun, volume sampah dari limbah kurban bisa mencapai puluhan ton dalam sehari. Tanpa penanganan khusus, tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) bisa meluber ke jalan dan mencemari lingkungan.
Oleh karena itu, DLH Samarinda menyiapkan armada pengangkut tambahan dan mempercepat jadwal pengangkutan di titik-titik padat pemotongan hewan. Petugas kebersihan juga dibekali alat pelindung diri (APD) untuk menangani limbah organik yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Apa yang Terjadi Jika Sampah Kurban Tak Tertangani?
Penanganan sampah kurban yang terlambat bisa menyebabkan masalah lingkungan serius. Limbah organik yang membusuk dalam waktu singkat menghasilkan gas metana dan cairan lindi yang mencemari tanah serta sumber air. Selain itu, bau busuk dari tumpukan jeroan bisa mengganggu kenyamanan warga selama beberapa hari setelah Iduladha.
DLH Samarinda mengingatkan agar panitia kurban di setiap kelurahan berkoordinasi dengan petugas kebersihan setempat untuk memastikan limbah diangkut tepat waktu. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air dan pinggir jalan.