Pencarian

1.032 Petugas Kebersihan Samarinda Lembur Selama Iduladha, Antisipasi Lonjakan Sampah Kurban dan Imbauan Stop Plastik

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:30:14 WIB
1.032 Petugas Kebersihan Samarinda Lembur Selama Iduladha, Antisipasi Lonjakan Sampah Kurban dan Imbauan Stop Plastik
Petugas kebersihan Samarinda disiagakan lembur untuk mengantisipasi lonjakan sampah kurban Iduladha.

SAMARINDA — Sebanyak 1.032 petugas kebersihan di Samarinda disiagakan untuk kerja lembur selama perayaan Iduladha tahun ini. Mereka mulai bertugas sejak H-1 untuk mengantisipasi lonjakan sampah yang diprediksi meningkat signifikan akibat aktivitas pemotongan hewan kurban.

DLH Samarinda memprediksi volume sampah bisa melonjak hingga dua kali lipat dari hari biasa. Limbah yang paling banyak dikhawatirkan adalah jeroan, tulang, dan kotoran hewan yang jika tidak segera ditangani bisa menimbulkan bau menyengat dan mengundang lalat.

Imbauan Stop Plastik untuk Daging Kurban

Selain menyiagakan personel, DLH Samarinda juga mengeluarkan imbauan tegas kepada warga untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat membungkus daging kurban. Kebijakan ini sejalan dengan program pengurangan sampah plastik yang sudah digalakkan pemerintah kota.

Warga diminta membawa wadah sendiri, seperti besek bambu, daun pisang, atau tas kain, saat mengambil daging kurban di masjid atau lokasi pemotongan. Langkah ini dinilai efektif mengurangi timbunan sampah plastik yang kerap membludak usai Iduladha.

Lonjakan Sampah Kurban: Pola yang Terulang Setiap Tahun

Fenomena lonjakan sampah saat Iduladha bukanlah hal baru di Samarinda. Setiap tahun, volume sampah dari limbah kurban bisa mencapai puluhan ton dalam sehari. Tanpa penanganan khusus, tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) bisa meluber ke jalan dan mencemari lingkungan.

Oleh karena itu, DLH Samarinda menyiapkan armada pengangkut tambahan dan mempercepat jadwal pengangkutan di titik-titik padat pemotongan hewan. Petugas kebersihan juga dibekali alat pelindung diri (APD) untuk menangani limbah organik yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Apa yang Terjadi Jika Sampah Kurban Tak Tertangani?

Penanganan sampah kurban yang terlambat bisa menyebabkan masalah lingkungan serius. Limbah organik yang membusuk dalam waktu singkat menghasilkan gas metana dan cairan lindi yang mencemari tanah serta sumber air. Selain itu, bau busuk dari tumpukan jeroan bisa mengganggu kenyamanan warga selama beberapa hari setelah Iduladha.

DLH Samarinda mengingatkan agar panitia kurban di setiap kelurahan berkoordinasi dengan petugas kebersihan setempat untuk memastikan limbah diangkut tepat waktu. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air dan pinggir jalan.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks