Pencarian

Drainase di Jalur Sp Belusuh–Sp Damai Kaltim Dikejar, BBPJN Target Umur Jalan Rigid Beton Lebih Panjang

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:30:58 WIB
Drainase di Jalur Sp Belusuh–Sp Damai Kaltim Dikejar, BBPJN Target Umur Jalan Rigid Beton Lebih Panjang
Pekerjaan drainase di jalur Simpang Belusuh–Simpang Damai dikejar untuk memperpanjang umur jalan rigid beton.

SENDAWAR — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur tidak hanya mengandalkan konstruksi rigid beton di jalur Simpang Belusuh–Simpang Damai, Kutai Barat. Pekerjaan drainase di kawasan itu kini dikejar untuk menjaga ketahanan infrastruktur.

Mengapa Drainase Jadi Prioritas Setelah Rigid Beton?

Pemasangan rigid beton memang memperkuat badan jalan. Namun tanpa sistem drainase yang memadai, genangan air bisa merusak lapisan dasar dan memperpendek umur konstruksi. BBPJN Kaltim menyadari korelasi ini dan memastikan saluran air dibenahi bersamaan dengan proyek utama.

“Drainase yang baik mencegah air meresap ke struktur jalan. Ini investasi jangka panjang,” ujar pejabat BBPJN Kaltim dalam keterangan yang diterima media.

Lokasi di Kutai Barat, Jalur Logistik dan Mobilitas Warga

Ruas Sp Belusuh–Sp Damai berada di wilayah Kutai Barat yang menjadi penghubung antar kecamatan. Jalan ini juga kerap dilintasi kendaraan logistik tambang dan hasil perkebunan. Beban berat yang terus menerus membuat ketahanan jalan sangat bergantung pada kualitas konstruksi dan sistem pengaliran air.

BBPJN Kaltim menargetkan pembenahan drainase rampung sesuai jadwal agar rigid beton yang sudah terpasang tidak cepat mengalami kerusakan struktural. Langkah ini sekaligus mengurangi frekuensi perbaikan rutin yang selama ini membebani anggaran.

Dampak ke Warga: Jalan Lebih Awet, Biaya Perbaikan Turun

Bagi warga Kutai Barat, perbaikan drainase berarti umur jalan lebih panjang dan biaya pemeliharaan bisa ditekan. Jalan yang cepat rusak akibat genangan air sering memicu keluhan pengendara dan memperlambat distribusi barang.

Dengan sistem drainase yang terintegrasi, air hujan langsung dialirkan ke saluran pembuangan, bukan menggenang di bahu jalan. Ini menjadi standar yang mulai diterapkan BBPJN di sejumlah ruas jalan nasional di Kalimantan Timur.

Apa Langkah BBPJN Selanjutnya?

BBPJN Kaltim masih memantau progres pembangunan drainase di jalur Sp Belusuh–Sp Damai. Jika cuaca mendukung, pekerjaan ditargetkan tuntas lebih cepat. Setelah itu, pemeliharaan rutin akan difokuskan pada kebersihan saluran air agar tidak tersumbat sedimentasi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak bisa setengah-setengah. Rigid beton tanpa drainase hanya akan menjadi proyek mahal yang cepat rusak.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks