Pencarian

Harga Cabai Merah Keriting di Penajam Paser Utara Melonjak Tajam, Sejumlah Kebutuhan Pokok Lain Masih Stabil

Rabu, 27 Mei 2026 • 13:17:53 WIB
Harga Cabai Merah Keriting di Penajam Paser Utara Melonjak Tajam, Sejumlah Kebutuhan Pokok Lain Masih Stabil
Harga cabai merah keriting di Pasar Induk Penajam Paser Utara melonjak hingga Rp 70.000 per kilogram.

PENAJAM — Harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat melonjak signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini kontras dengan harga komoditas kebutuhan pokok lainnya yang relatif bergerak stabil.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai merah keriting kini menembus angka Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram, naik drastis dari posisi normal yang berkisar Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. Lonjakan ini langsung berdampak pada omzet pedagang dan daya beli warga, terutama ibu rumah tangga yang biasa membeli cabai dalam jumlah harian.

Penyebab Harga Cabai Meroket di PPU

Kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani di daerah sentra produksi, baik dari dalam maupun luar Kalimantan Timur. Musim hujan yang berkepanjangan disebut-sebut menjadi faktor utama gagal panen di beberapa wilayah, sehingga distribusi cabai ke PPU terganggu.

“Biasanya ambil 10 kilogram, sekarang hanya berani 5 kilogram karena harga naik. Takut tidak laku kalau terlalu mahal,” ujar seorang pedagang sayur di Pasar Induk PPU, Selasa (11/2/2025).

Harga Komoditas Lain Relatif Stabil

Di sisi lain, harga bahan pokok seperti beras medium, minyak goreng curah, gula pasir, dan telur ayam ras masih dalam kisaran normal. Misalnya, beras medium dibanderol Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram, sementara minyak goreng curah masih di angka Rp 16.000 per liter. Stabilitas ini sedikit meringankan beban warga di tengah lonjakan harga cabai.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) PPU terus memantau pergerakan harga setiap pekan. Pihak pemkab belum mengambil langkah intervensi pasar, namun opsi operasi pasar cabai mulai dibahas jika harga tidak kunjung turun dalam waktu dekat.

Dampak Langsung ke Warga dan Pedagang

Lonjakan harga cabai membuat sebagian warga mengurangi pembelian atau beralih ke cabai rawit yang harganya lebih murah. Pedagang warung makan juga mulai mengurangi porsi penggunaan cabai untuk menekan biaya produksi. Jika pasokan tidak segera normal, tekanan inflasi di PPU pada awal tahun ini berpotensi meningkat.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena PPU merupakan daerah penyangga IKN dengan mobilitas penduduk yang tinggi. Ketersediaan pangan dengan harga terjangkau menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat setempat.

Berapa Harga Cabai di Pasar Lain?

Untuk perbandingan, harga cabai merah keriting di pasar tradisional Kota Balikpapan dan Samarinda juga mengalami kenaikan, namun tidak setajam di PPU. Di Balikpapan, harga masih bertahan di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kilogram. Perbedaan ini menunjukkan bahwa rantai distribusi ke PPU lebih panjang dan rentan terhadap gangguan pasokan.

Apa yang Akan Dilakukan Pemkab PPU?

Disperindag PPU berencana berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk mendorong petani lokal meningkatkan produksi cabai. Langkah jangka panjang, pengembangan lahan pertanian cabai di PPU dinilai perlu dipercepat agar ketergantungan pasokan dari luar daerah bisa dikurangi.

Warga diimbau untuk tidak panik dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Pemantauan harga akan terus dilakukan setiap pekan dan hasilnya diumumkan melalui kanal resmi pemkab.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks