KALIMANTAN TIMUR — Kepercayaan penuh diberikan kepada Nuno Espirito Santo untuk membangun kembali West Ham setelah degradasi ke Championship. Klub melalui surat terbuka kepada suporter mengonfirmasi bahwa pelatih berusia 51 tahun itu sangat termotivasi membawa The Hammers kembali ke kasta tertinggi pada percobaan pertama.
Keyakinan Berbekal Pengalaman Promosi Wolves
"Nuno membuatnya sangat jelas bahwa dia sangat termotivasi untuk tantangan memandu West Ham kembali ke kasta tertinggi pada percobaan pertama," tulis pernyataan klub. "Itu harus menjadi tujuan yang tidak perlu dipertanyakan untuk musim depan."
Klub menunjuk pengalaman Nuno saat membawa Wolverhampton Wanderers promosi pada 2018 sebagai alasan utama. Saat itu ia mengoleksi 99 poin dan menjadi juara Championship. "Nuno telah menghabiskan satu tahun sebelumnya di Championship dan itu adalah kesuksesan luar biasa," tambah pernyataan tersebut.
Performa Akhir Musim Jadi Alasan Retensi
West Ham mengakui musim ini tidak cukup baik. Namun, dewan direksi melihat tanda-tanda perbaikan dalam beberapa bulan terakhir. "Sebanyak 25 poin diambil dari 17 pertandingan Premier League terakhir, setara dengan 1,47 poin per pertandingan," ungkap klub. Rasio itu akan menghasilkan finis posisi ketujuh jika dihitung sepanjang musim penuh.
Perbaikan mentalitas skuad dan kebersamaan sejak Januari menjadi pertimbangan utama. "Itu membuatnya menjadi orang yang tepat untuk memimpin kami maju," tegas West Ham.
Efek Degradasi: Kerugian Rp 4 Triliun dan Ancaman Kepergian Bintang
Degradasi ini merupakan pertama kalinya bagi West Ham sejak 2012. Sumber klub memperkirakan kerugian pendapatan mencapai 200 juta poundsterling (sekitar Rp 4 triliun). Kondisi ini diperparah catatan kerugian lebih dari 100 juta poundsterling di laporan keuangan terbaru.
Konsekuensinya, penjualan pemain tidak terhindarkan. Skuad West Ham dihuni pemain incaran banyak klub seperti kapten Jarrod Bowen dan gelandang Portugal Mateus Fernandes. Nuno dulu mempromosikan Wolves dengan Ruben Neves dan pemain pinjaman Diogo Jota. Kini ia harus melihat apakah akan mendapat kualitas pemain serupa.
Misi Perbaiki Hubungan dengan Suporter
Selain target olahraga, klub bertekad memperbaiki hubungan yang retak dengan penggemar. Banyak suporter belum memaafkan keputusan pindah dari Upton Park ke London Stadium pada 2016. Stadion berkapasitas 62.500 itu dinilai tidak berjiwa.
Janji untuk bersaing di papan atas Premier League dan Eropa secara konsisten juga tidak terpenuhi. Dari arsitek relokasi, hanya ketua David Sullivan yang tersisa. Mitra bisnisnya David Gold meninggal Januari 2023, sementara wakil ketua Karren Brady mundur bulan lalu dengan alasan terus menerima hujatan suporter.
"Untuk setiap orang yang peduli dengan klub, degradasi ini menyakitkan dan perasaan itu akan bertahan lama," tulis West Ham. "Kami berkomitmen untuk mendengarkan semua suporter dan berkomunikasi secara jelas dan transparan." Sebagai langkah awal, klub memotong harga musiman hingga 30 persen untuk musim depan.