JAKARTA — Rupiah membuka perdagangan dengan tekanan berat pada Kamis pagi. Posisi Rp17.855 per dolar AS menjadi yang terlemah dalam beberapa pekan terakhir, memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung sejak awal pekan.
Mata Uang Asia Ikut Terkoreksi, Dolar Hong Kong Jadi Pengecualian
Tekanan terhadap rupiah tidak berdiri sendiri. Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap greenback. Yuan China turun 0,05 persen, ringgit Malaysia merosot 0,24 persen, dan dolar Singapura melemah 0,16 persen. Yen Jepang dan peso Filipina masing-masing turun 0,04 persen dan 0,18 persen.
Satu-satunya yang mampu bertahan adalah dolar Hong Kong, yang mencatat kenaikan tipis 0,03 persen.
Negara Maju Juga Terimbas, Euro dan Pound Kompak Melemah
Di kawasan negara maju, situasi tak jauh berbeda. Euro Eropa turun 0,13 persen, sementara poundsterling Inggris terkoreksi 0,19 persen. Dolar Australia menjadi salah satu yang paling tertekan dengan pelemahan 0,29 persen, disusul dolar Kanada yang turun 0,10 persen dan franc Swiss melemah 0,20 persen.
Analis: Serangan Terbaru AS ke Iran Perumit Harapan Damai
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menyebut aksi jual rupiah pagi ini dipicu oleh sentimen geopolitik. Menurutnya, berita penyerangan terbaru AS ke Iran memperumit prospek perdamaian di Timur Tengah, yang pada akhirnya mendorong penguatan dolar AS secara global.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Proyeksi Pergerakan: Rp17.750 hingga Rp17.900
Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Artinya, level Rp17.900 menjadi batas atas yang harus diwaspadai jika tekanan jual terus berlanjut.
Para pelaku pasar kini menanti data ekonomi AS dan perkembangan terbaru konflik Timur Tengah sebagai penentu arah rupiah selanjutnya. Jika ketegangan meningkat, bukan tidak mungkin rupiah kembali menguji level terendahnya.