Pencarian

Kematian AM di PPU Dinilai Janggal, Sang Ayah Udin Abdu Curiga Anak Kandungnya Bukan Bunuh Diri Melainkan Korban Pembunuhan

Kamis, 28 Mei 2026 • 12:45:37 WIB
Kematian AM di PPU Dinilai Janggal, Sang Ayah Udin Abdu Curiga Anak Kandungnya Bukan Bunuh Diri Melainkan Korban Pembunuhan
Udin Abdu menyatakan kecurigaan atas kematian anaknya yang awalnya dilaporkan bunuh diri di PPU.

PENAJAM — Kejanggalan demi kejanggalan mulai terkuak di balik kematian AM, warga Penajam Paser Utara (PPU), yang pertama kali dilaporkan sebagai kasus bunuh diri. Sang ayah, Udin Abdu, secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kesimpulan awal tersebut. Ia mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan pembunuhan terhadap anak kandungnya.

“Saya tidak bisa menerima begitu saja laporan bahwa anak saya meninggal dunia akibat bunuh diri,” ujar Udin Abdu kepada awak media, pekan lalu. Pernyataan ini menjadi titik awal munculnya spekulasi baru di tengah masyarakat PPU yang menunggu kejelasan proses hukum.

Kronologi Kematian AM yang Dipertanyakan

Menurut penuturan Udin, sejumlah kejanggalan ditemukan di lokasi kejadian dan kondisi jasad AM. Ia menyebut ada beberapa bukti yang tidak lazim ditemukan dalam kasus bunuh diri pada umumnya. Namun, detail spesifik mengenai bukti tersebut belum diungkap secara resmi oleh pihak keluarga kepada publik.

“Ada beberapa hal yang tidak masuk akal. Saya yakin ini bukan bunuh diri,” tegasnya. Pernyataan ini mendorong keluarga untuk meminta autopsi ulang atau setidaknya investigasi forensik yang lebih mendalam dari pihak berwenang.

Desakan Warga dan Langkah Kepolisian PPU

Kasus ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di kalangan warga PPU. Banyak yang mendukung langkah Udin Abdu untuk mencari keadilan dan meminta transparansi dari kepolisian. Tekanan publik pun mulai mengarah ke Polres PPU untuk segera mengungkap motif dan pelaku di balik kematian AM.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres PPU mengenai perkembangan penyelidikan. Pihak keluarga berharap agar kasus ini tidak berhenti pada kesimpulan awal yang dianggap prematur. “Kami hanya ingin kebenaran terungkap. Jika memang anak saya dibunuh, pelaku harus dihukum,” pungkas Udin.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya proses investigasi kriminal yang menyeluruh dan transparan, terutama ketika ada keraguan dari pihak keluarga korban. Publik kini menanti langkah konkret aparat hukum di PPU untuk menguak fakta di balik kematian AM.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks