SAMARINDA — Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Baba, turun langsung ke lapangan mengecek kondisi Bendali HM Ardans, Senin lalu. Sidak ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur pengendali banjir di Samarinda berfungsi optimal dan tidak bocor.
"Kami ingin memastikan tidak ada rembesan yang bisa memperparah genangan di permukiman warga," ujar Baba saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan ini adalah bagian dari pengawasan legislatif terhadap proyek strategis daerah.
Mengapa Bendali HM Ardans Menjadi Titik Kritis?
Bendali HM Ardans merupakan salah satu infrastruktur vital pengendali banjir di Samarinda. Fungsinya menahan dan mengatur debit air dari hulu agar tidak langsung menggenangi pemukiman padat penduduk di hilir.
Dalam sidak tersebut, Baba bersama tim dari PUPR dan BPBD menyisir sepanjang dinding bendali. Mereka mencari titik-titik yang berpotensi mengalami rembesan atau kebocoran struktural. Jika dibiarkan, rembesan kecil bisa berkembang menjadi jebolnya tanggul saat hujan deras.
Kolaborasi Tiga Pilar: Legislatif, Eksekutif, dan Penanggulangan Bencana
Keterlibatan PUPR dan BPBD dalam sidak ini menunjukkan pendekatan komprehensif. PUPR bertanggung jawab pada aspek teknis dan perawatan infrastruktur, sementara BPBD menyiapkan skenario darurat jika terjadi kegagalan fungsi bendali.
Baba menekankan bahwa mitigasi banjir tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. "Kami di DPRD mendorong agar ada pemeliharaan rutin dan perbaikan segera jika ditemukan kerusakan," katanya.
Data dari BPBD Kaltim menunjukkan bahwa Samarinda termasuk daerah rawan banjir, terutama saat puncak musim hujan antara November hingga Februari. Kondisi ini diperparah oleh sedimentasi sungai dan alih fungsi lahan di daerah tangkapan air.
Apa Langkah Selanjutnya?
Hasil sidak akan segera dilaporkan ke pimpinan DPRD Kaltim untuk ditindaklanjuti dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR. Anggaran perbaikan dan pemeliharaan bendali diusulkan masuk dalam perubahan APBD 2025.
Baba berharap langkah preventif ini bisa mengurangi risiko banjir yang kerap melumpuhkan aktivitas warga Samarinda. "Kami tidak ingin menunggu sampai bendali ini jebol baru bertindak," tutupnya.
FAQ: Mitigasi Banjir di Samarinda
Apakah Bendali HM Ardans satu-satunya infrastruktur pengendali banjir di Samarinda? Tidak, ada beberapa bendali dan pompa air lain yang tersebar di titik-titik rawan banjir seperti di kawasan Sungai Pinang dan Palaran.
Kapan perbaikan bendali akan dimulai jika ditemukan kerusakan? Proses perbaikan akan dimulai setelah anggaran disetujui DPRD, ditargetkan pada awal tahun 2026 agar siap menghadapi musim hujan berikutnya.