Pencarian

RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Operasional, Dinkes Pastikan Tak Ada Gangguan Layanan Kesehatan Warga

Selasa, 02 Juni 2026 • 00:06:20 WIB
RS Bhakti Nugraha Samarinda Tutup Operasional, Dinkes Pastikan Tak Ada Gangguan Layanan Kesehatan Warga
RS Bhakti Nugraha Samarinda resmi tutup operasional setelah bertahun-tahun melayani warga.

SAMARINDARS Bhakti Nugraha yang telah beroperasi bertahun-tahun di pusat kota Samarinda resmi menutup pintunya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda langsung bergerak cepat untuk memastikan warga yang terdampak tetap terlayani. Langkah ini diambil setelah pihak manajemen rumah sakit menyampaikan penghentian operasional secara resmi.

Mengapa RS Bhakti Nugraha Tutup di Tengah Kebutuhan Warga?

Penutupan RS Bhakti Nugraha bukanlah keputusan mendadak. Sumber internal menyebutkan faktor finansial dan operasional menjadi penyebab utama. Rumah sakit swasta ini selama ini melayani pasien umum dan rujukan dari puskesmas sekitar, terutama warga Kecamatan Samarinda Kota dan sekitarnya.

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen RS Bhakti Nugraha sejak beberapa pekan lalu. "Kami sudah memetakan pasien yang masih dalam perawatan dan memastikan mereka dipindahkan ke fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Apa Dampak Langsung ke Warga Samarinda Kota?

Kekhawatiran terbesar warga adalah akses layanan kesehatan dasar yang selama ini dekat dengan pemukiman. RS Bhakti Nugraha berada di Jalan KH Abdurrasyid, kawasan padat penduduk yang juga dekat dengan pasar tradisional dan perkantoran.

Namun, Dinkes menjamin ketersediaan layanan tetap aman. Samarinda memiliki sejumlah rumah sakit lain seperti RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan RS Dirgahayu yang berjarak sekitar 2-3 kilometer dari lokasi RS Bhakti Nugraha. "Jarak tempuh warga ke rumah sakit terdekat masih dalam radius wajar. Kami juga akan memperkuat layanan puskesmas di Kecamatan Samarinda Kota," jelas Ismed.

Perbandingan: Samarinda dan Tren Penutupan RS Swasta di Kaltim

Penutupan RS Bhakti Nugraha bukan kasus pertama di Kalimantan Timur. Dalam lima tahun terakhir, setidaknya tiga rumah sakit swasta skala kecil di Balikpapan dan Bontang juga tutup karena tekanan biaya operasional yang terus naik. Sementara itu, rumah sakit milik pemerintah daerah justru terus memperluas kapasitas.

Fenomena ini mencerminkan tantangan klasik di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN): biaya hidup dan operasional yang tinggi, namun daya beli masyarakat belum sepenuhnya merata. Samarinda sebagai kota terbesar di Kaltim menjadi barometer utama.

Berapa Lama Proses Pemindahan Pasien Berlangsung?

Proses pemindahan pasien rawat inap RS Bhakti Nugraha ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan. Dinkes mencatat ada puluhan pasien yang masih menjalani perawatan intensif dan non-intensif saat pengumuman penutupan disampaikan.

Setiap pasien akan dirujuk berdasarkan kondisi medis dan preferensi lokasi. "Kami tidak memaksa. Pasien dan keluarga bisa memilih rumah sakit rujukan yang sesuai, selama masih dalam jaringan BPJS Kesehatan," kata Ismed. Ia menambahkan, ambulans dan tenaga kesehatan disiagakan selama proses evakuasi medis ini.

Apa Langkah Pemkot Samarinda Selanjutnya?

Pemerintah Kota Samarinda tidak menutup kemungkinan untuk mengaktifkan kembali aset RS Bhakti Nugraha di masa depan. Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah stabilisasi layanan kesehatan di wilayah Samarinda Kota.

Dinkes juga akan menggelar sosialisasi ke kelurahan-kelurahan sekitar agar warga tidak panik. "Kami minta warga tidak khawatir. Layanan UGD dan puskesmas tetap buka 24 jam. Informasi rumah sakit terdekat akan kami sebarkan melalui RT dan media sosial," pungkas Ismed.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks