BONTANG — Kinerja pemungutan retribusi daerah Kota Bontang menunjukkan tren positif di lima bulan pertama 2026. Berdasarkan data Bapenda Bontang, realisasi hingga 31 Mei mencapai Rp46,78 miliar, atau 36,33 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp128,75 miliar.
Retribusi Perizinan Tembus Target, Aktivitas Bangunan Tinggi
Sektor yang paling menonjol adalah Retribusi Perizinan Tertentu. Dari target hanya Rp365,8 juta, realisasi yang terkumpul mencapai Rp405 juta. Angka ini setara 110,7 persen, atau melampaui target tahunan di tengah tahun anggaran yang masih berjalan.
Bapenda mencatat, dominasi penerimaan sektor ini berasal dari layanan perizinan bangunan (PBG). Tingginya capaian mengindikasikan aktivitas perizinan di Bontang masih bergeliat selama Januari hingga Mei 2026.
Retribusi Jasa Usaha Sentuh 63 Persen
Sektor lain yang mencatatkan progres baik adalah Retribusi Jasa Usaha. Realisasinya mencapai Rp1,2 miliar dari target Rp1,9 miliar, atau sekitar 63,2 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi kedua setelah perizinan tertentu.
Menurut Bapenda, angka tersebut menunjukkan aktivitas usaha yang menjadi objek retribusi masih berjalan cukup stabil sepanjang tahun ini.
Jasa Umum Jadi Tulang Punggung Penerimaan
Meski belum melampaui target, Retribusi Jasa Umum tetap menjadi kontributor terbesar. Dari target Rp126,4 miliar, realisasi mencapai Rp45,2 miliar atau 35,8 persen. Sektor ini mendominasi total penerimaan karena mencakup berbagai layanan publik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.
Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, optimistis target tahunan dapat tercapai. “Kita optimis mencapai target,” ujarnya saat ditemui Jumat (5/6/2026).
Peluang Capai Target Masih Terbuka Lebar
Natalia menambahkan, dengan sisa waktu lebih dari setengah tahun anggaran, potensi penerimaan masih besar. Sektor jasa umum diperkirakan mampu menyentuh Rp129,1 miliar, ditambah pertumbuhan dari jasa usaha dan perizinan tertentu.
Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, capaian 2026 masih lebih baik ketimbang 2024. Pada Mei 2024, realisasi retribusi baru mencapai 24,27 persen. Angka itu melonjak ke 37,81 persen pada periode yang sama di 2025. Kini, di 2026, realisasi berada di angka 36,33 persen—sedikit di bawah tahun lalu, namun tetap menunjukkan perbaikan signifikan dari dua tahun sebelumnya.