BALIKPAPAN — Posisi Balikpapan yang kini tak lagi sekadar penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), melainkan pusat pertumbuhan ekonomi strategis, disebut membawa peluang sekaligus ancaman bagi pengusaha lokal. Menurut Putri Amanda, perubahan ekonomi yang berlangsung cepat harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kapasitas dan memperluas jejaring bisnis.
Ancaman Nyata Jika Pengusaha Berjalan Sendiri
Di balik peluang besar itu, persaingan bisnis diprediksi semakin ketat. Perusahaan-perusahaan besar dengan modal, teknologi, dan jaringan yang lebih kuat mulai masuk ke Kaltim.
“Kalau pengusaha daerah berjalan sendiri-sendiri, maka kita akan kalah oleh mereka yang datang dengan kekuatan yang lebih besar,” ujar Amanda dalam sambutannya di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan.
Ia menegaskan kolaborasi menjadi kunci agar pelaku usaha lokal tetap memiliki ruang dalam pembangunan ekonomi yang sedang berkembang pesat. “Jika kita bersatu, berkolaborasi dan saling menguatkan, maka peluang yang hadir akan menjadi milik kita bersama,” tambahnya.
Jangan Sampai Pengusaha Lokal Hanya Jadi Penonton
Amanda juga menyoroti pentingnya keberlanjutan organisasi. Kepengurusan baru Kadin Balikpapan diminta melanjutkan fondasi yang telah dibangun, bukan sekadar menciptakan program baru.
“Jangan sibuk membuat jejak baru sampai lupa merawat jalan yang sudah dibuka oleh mereka yang datang lebih dahulu,” tegasnya.
Menurut Amanda, keberhasilan pembangunan tidak bisa diukur hanya dari besarnya investasi atau banyaknya proyek. Yang lebih penting adalah sejauh mana pengusaha lokal turut merasakan manfaatnya. “Jangan sampai peluang besar datang ke daerah kita, tetapi yang tumbuh besar justru orang lain. Jangan sampai gedung-gedung berdiri megah, tetapi pengusaha lokal hanya menjadi penonton,” ucapnya.
Kombinasi Pengalaman Senior dan Energi Generasi Muda
Amanda optimistis kepengurusan baru Kadin Balikpapan mampu menjawab tantangan tersebut. Alasannya, struktur baru memadukan pengalaman para pengusaha senior dengan energi generasi muda yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan agar pengusaha tidak ragu bergerak. “Masa depan Kaltim tidak menunggu mereka yang ragu-ragu. Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang berani berkolaborasi, berinovasi dan bergerak bersama,” pungkasnya.