Seorang jurnalis teknologi yang tinggal di Brooklyn dan Virginia menghabiskan musim panas ini menguji Engwe M20 3.0. Ia membandingkannya langsung dengan e-bike favoritnya, Lectric XP4 750, dan mengaku terkejut dengan performa yang ditawarkan Engwe. Bahkan keluarganya, yang sebelumnya setia pada Rad Power Bike, kini ikut beralih karena M20 3.0 dinilai lebih mumpuni untuk harga yang ditawarkan.
Yang langsung mencolok dari M20 3.0 adalah rangkanya yang terinspirasi motor sport. Jangan terkecoh dengan label "e-bike" pada namanya. Begitu Anda melihat spesifikasi mesinnya, jelas ini adalah kuda besi yang menyamar.
Bukan Sekadar Gowes: Motor 1.000W dengan Dua Baterai
Jantung pacu M20 3.0 adalah motor hub belakang 1.000W yang bisa melonjak hingga 3.300W pada puncaknya, menghasilkan torsi 120 Nm. Angka ini menjelaskan mengapa sepeda ini bisa melesat hingga 64 km/jam — kecepatan yang tidak main-main untuk sebuah kendaraan roda dua tanpa rangka baja penuh.
Untuk urusan daya, Engwe menyematkan baterai 60V 20Ah. Pengguna bisa memilih konfigurasi baterai tunggal atau ganda. Dengan baterai ganda, klaim jarak tempuh mencapai 180 mil (hampir 290 km) dalam mode pedal-assist. Tapi tentu, jika Anda mengandalkan throttle murni, jarak tempuh akan berkurang drastis.
Fitur pengisian cepat juga jadi nilai jual. Satu baterai bisa terisi 80% hanya dalam dua jam. Untuk konfigurasi ganda, waktunya naik jadi sekitar empat jam.
Hidrolik dan Ban Anti-Bocor: Siap untuk Segala Medan?
Engwe tidak hanya fokus pada kecepatan. Suspensi penuh di depan dan belakang membuat M20 3.0 tetap nyaman saat melibas aspal, kerikil, hingga jalan setapak berbukit. Tapi jangan harap Anda kebal terhadap lubang besar — suspensi hanya mengurangi hentakan, bukan menghilangkannya.
Ban lebar anti-bocor (puncture-resistant) menjadi standar. Namun, menurut penguji, ban ini lebih cocok untuk aspal. Di medan off-road yang terlalu longgar, traksi bisa berkurang. Untuk pengereman, Engwe memasang rem hidrolik 4-piston yang memberikan kontrol kuat, terutama di jalan raya.
Fitur Cerdas: Navigasi di Layar, Tapi Tersembunyi
M20 3.0 hadir dengan layar TFT 3,5 inci yang diperbarui. Dari sini, pengguna bisa mengatur berbagai fitur, termasuk lampu sein. Ada juga aplikasi pendamping yang memungkinkan kunci otomatis via Bluetooth, cruise control, dan navigasi on-screen.
Sayangnya, fitur navigasi ini tidak langsung muncul di antarmuka utama. Penguji mengaku baru tahu cara mengaktifkannya setelah bertanya pada orang lain. Caranya: buka aplikasi, klik "record", cari tujuan, lalu pilih "Navi" untuk petunjuk belokan demi belokan yang lebih sederhana.
Kotak Penyimpanan dan Jok Penumpang: Sentuhan Motor Beneran
Tidak seperti model Engwe lain yang bisa dilipat, M20 3.0 hadir dengan rangka tetap. Ini memungkinkan jok yang lebih panjang, cukup untuk membonceng penumpang. Ada juga pijakan kaki untuk penumpang, jadi tidak perlu gelayutan.
Di bagian depan, terdapat kotak penyimpanan berkunci yang sangat berguna untuk meletakkan ponsel atau dompet. Sebuah detail kecil yang jarang ada di e-bike biasa, tapi sangat berarti untuk kenyamanan sehari-hari.
Bagi konsumen Indonesia, sepeda listrik dengan kecepatan 64 km/jam ini jelas membutuhkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan SIM, karena sudah masuk kategori kendaraan bermotor. Harganya yang lebih murah dari kompetitor sekelas Lectric memang menggoda, tapi pastikan Anda siap dengan konsekuensi regulasi di jalan raya.