KALIMANTAN TIMUR — Shin Tae-yong secara terbuka mengakui bahwa perombakan skuad merupakan keniscayaan untuk membawa Persija bersaing di papan atas Liga 1. Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman klub pada Jumat (12/6/2026), pelatih asal Korea Selatan itu menyebut tengah berdiskusi intens dengan pemilik klub terkait strategi perekrutan pemain.
Prioritas: Pemain Asing Baru dan Pemain Timnas Incaran
“Kami harus mendatangkan pemain bagus jika ingin berkembang di Liga,” ujar Shin Tae-yong. Ia mengisyaratkan akan terus menambah amunisi asing untuk memperkuat tim. Namun, ketika disinggung soal nama-nama yang tengah diincar, STY memilih bungkam dan enggan membuka peta bursa transfer.
Isu yang beredar, STY berniat merekrut sejumlah pemain yang pernah ia asuh di Timnas Indonesia. “Saya sebenarnya ingin membawa mereka (pemain Timnas lama). Namun mereka juga punya kontrak yang masih berjalan,” tutupnya tanpa merinci lebih lanjut.
Benteng Lokal: 8 Pemain Jadi Tulang Punggung
Di tengah perombakan besar, STY menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pemain lokal yang sudah terbukti kualitasnya. Setidaknya ada delapan pemain yang masih terikat kontrak panjang dan akan menjadi fondasi tim. Nama-nama seperti Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Fajar Fathurrahman, dan Dony Tri Pamungkas dipastikan tetap berseragam Macan Kemayoran.
“Pemain lokal tetap saya pertahankan, saya ingin merangkul mereka,” ungkap STY. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga keseimbangan antara pengalaman dan darah segar di dalam tim.
Dengan kepastian perombakan ini, publik sepak bola Indonesia menanti wajah baru Persija Jakarta. Pertanyaan besarnya kini bukan lagi soal siapa yang pergi, melainkan siapa yang akan datang untuk mengisi kekosongan dan membawa tim kembali ke jalur juara.