Pencarian

Penetrasi Internet di Kaltim Tembus 80,63 Persen, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional, Peluang Ekonomi Digital Menganga

Sabtu, 13 Juni 2026 • 20:26:31 WIB
Penetrasi Internet di Kaltim Tembus 80,63 Persen, Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional, Peluang Ekonomi Digital Menganga
Penetrasi internet di Kalimantan Timur mencapai 80,63 persen, melampaui rata-rata nasional.

SAMARINDA — Angka penetrasi internet di Kalimantan Timur terus merangkak naik. Berdasarkan data terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), persentase penduduk yang telah terhubung ke internet mencapai 80,63 persen. Angka ini berada di atas rata-rata nasional dan menjadi modal berharga bagi transformasi digital daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam kegiatan Wartawan Legend di Hotel Claro Pandurata, Kompleks Gor Kadie Oening, Sabtu (13/6/2026). Ia menegaskan bahwa data ini membantah anggapan Kaltim masih didominasi wilayah blank spot.

Mayoritas Warga Pakai Kuota Pribadi, Bukan WiFi Gratis

Faisal memaparkan, sekitar 71 persen pengguna internet di Kaltim mengakses layanan digital menggunakan data seluler atau kuota pribadi. Sisanya memanfaatkan WiFi di rumah, kantor, atau fasilitas umum.

“Artinya, keinginan masyarakat untuk mengakses internet memang tinggi. Mereka tidak hanya mengandalkan WiFi atau fasilitas internet gratis, tetapi menggunakan kuota mereka sendiri,” jelas Faisal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan digital di Kaltim bersifat organik dan terus tumbuh. Dari tahun ke tahun, jumlah pengguna aktif terus bertambah, memperkuat fondasi ekonomi digital di daerah.

Peluang untuk Media, UMKM, dan Startup Teknologi

Menurut Faisal, tingginya penetrasi internet menjadi peluang besar bagi berbagai sektor. Industri media bisa menjangkau audiens lebih luas, pelaku UMKM bisa mengembangkan pasar daring, dan startup teknologi memiliki lahan subur untuk tumbuh.

“Setiap tahun terus meningkat. Data APJII menunjukkan penetrasi internet di Kaltim mencapai 80,63 persen dari jumlah penduduk. Ini angka yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Namun, Faisal mengingatkan bahwa infrastruktur saja tidak cukup. Ia mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen konten, tetapi mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

“Saya berharap tingginya penetrasi internet dapat diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara produktif,” pungkasnya.

Kaltim Siap Genjot Ekosistem Digital Daerah

Diskominfo Kaltim mencatat, tren positif ini harus diimbangi dengan kebijakan yang mendorong inklusi digital. Pemerintah daerah diharapkan terus memperluas akses internet ke wilayah pedalaman dan memperkuat program pelatihan digital bagi warga.

Dengan basis pengguna yang besar dan aktif, Kaltim memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di luar Pulau Jawa. Peluang ini terbuka lebar, tinggal bagaimana ekosistem pendukungnya disiapkan.

Bagikan
Sumber: infosatu.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks