Pencarian

Tim UGM Pastikan Api Misterius di Rumah Fia Bukan Gas Alam, Temukan Residu PVC di Dinding

Sabtu, 13 Juni 2026 • 21:52:01 WIB
Tim UGM Pastikan Api Misterius di Rumah Fia Bukan Gas Alam, Temukan Residu PVC di Dinding
Tim UGM menyatakan sumber api di rumah Fia bukan berasal dari gas alam.

KALIMANTAN TIMUR — Koordinator PKPE, Alva Edy Tontowi, membacakan kesimpulan penelitian di Fakultas Teknik UGM, Sleman, Sabtu (13/6). Timnya menyatakan medan elektromagnetik di lokasi terukur pada level aman dan tidak ada anomali termal yang bisa memantik api secara alami. "Sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan; tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar," ujar Alva.

Residu PVC dan Fenomena Cross Sensitivity Sensor

Tim PKPE mengambil sampel residu kebakaran dari permukaan dinding keramik dan tripleks di rumah Fia pada Jumat (12/6). Analisis menggunakan metode FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) menunjukkan kandungan PVC yang tidak umum ditemukan pada material bangunan tersebut.

Menurut Alva, ketika PVC terbakar, ia menghasilkan gas Hidrogen Klorida (HCl). Gas ini menyebabkan detektor gas dengan sensor membran H2 mengalami fenomena cross sensitivity, sehingga alat seolah-olah membaca adanya gas hidrogen. "Gas hidrogen klorida yang memiliki atom hidrogen di dalam molekulnya akan membuat elektroda sensor hidrogen bereaksi," jelasnya.

Temuan ini mematahkan tiga hipotesis awal yang sempat dikemukakan para peneliti, yaitu gas metana (CH4), gas hidrogen (H2), dan gas fosfin (PH3). Sebelumnya, tim UGM dan UPN 'Veteran' Yogyakarta telah mengerahkan unit georadar, metode geolistrik, dan survei geomagnetik untuk mendeteksi retakan tanah dan struktur batuan bawah permukaan.

125 Kali Kebakaran dalam 21 Hari, Penelitian Dinyatakan Tuntas

Fia melaporkan teror api misterius di kediamannya telah muncul sebanyak 125 kali sejak pertama kali terjadi 21 hari sebelumnya, dengan kejadian terakhir tercatat pada Kamis (11/6). Tim PKPE menyatakan penelitian mereka terhadap fenomena ini sudah tuntas dan hasilnya diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman untuk ditindaklanjuti.

Alva menambahkan, resin PVC yang mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition) ditemukan pada residu pembakaran. "Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR," pungkasnya. Investigasi sebelumnya juga melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks