KALIMANTAN TIMUR — Ford memastikan bahwa kendaraan yang tertangkap kamera di Long Beach, California, pekan lalu bukanlah F-150 Lightning generasi baru. Melainkan prototipe pickup EV mid-size yang selama ini dirahasiakan. Lewat situs khusus yang hanya bisa diakses melalui kode QR yang tersembunyi di balik kamuflase bodi, pabrikan asal Amerika Serikat itu mulai membuka tabir proyek ambisiusnya.
Halaman depan situs tersebut menyapa pengunjung dengan kalimat "Congrats, You spotted a ????" — merujuk pada kendaraan yang dianggap langka seperti unicorn. Ford mengonfirmasi bahwa prototipe ini sedang dalam tahap uji coba awal dan kawanan mobil listrik ini baru akan tiba pada tahun depan.
Bocoran Interior dan Teknologi Manufaktur Canggih
Dalam situs tersebut, Ford mengunggah tiga video. Video pertama menampilkan Alan Clarke, mantan insinyur Tesla yang kini memimpin platform UEV (Universal Electric Vehicle) Ford, menjelaskan bahwa situs ini akan menjadi "jendela eksklusif" bagi publik untuk melihat progres pengembangan hingga peluncuran pada 2027.
Video kedua menyoroti metode manufaktur mutakhir seperti unicasting yang digunakan pada platform UEV. Sementara video ketiga, bertajuk "Dashing Through the Snow", memperlihatkan prototipe yang tengah diuji dalam kondisi es dan salju di Northern Michigan. Dari cuplikan tersebut, sekilas terlihat kabin dengan layar infotainment berukuran cukup besar di bagian tengah dasbor.
Ukuran Lebih Kecil dari F-150, Kabin Lebih Luas dari RAV4
Dari foto yang beredar, ukuran prototipe ini terlihat jauh lebih ringkas ketimbang F-150 yang diparkir di depannya. Bahkan jika dibandingkan dengan Mazda B-series berbasis Ranger di belakangnya, proporsi mobil ini tergolong mungil untuk standar Ford yang identik dengan truk raksasa.
Meski begitu, Ford menjanjikan ruang interior yang lebih lega dibanding Toyota RAV4 — dan itu belum termasuk ruang bagasi depan (frunk) serta bak belakang. Pabrikan juga mengklaim biaya kepemilikan total (total cost of ownership) kendaraan ini lebih rendah ketimbang Tesla Model Y.
Harga USD 30.000 Diragukan, Baterai LFP Jadi Kunci
Komentator di forum otomotif, Dean Reimer, meragukan banderol USD 30.000 bisa bertahan hingga ke diler. "Mereka membandingkan biaya kepemilikan dengan Model Y — jika benar-benar dijual USD 30.000, akan terlalu unggul dari segi harga beli," tulisnya.
Untuk menekan harga, Ford mengandalkan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) serta proses manufaktur generasi baru yang lebih efisien. Langkah ini diharapkan membuat generasi terbaru EV Ford lebih efisien, terjangkau, dan — yang paling penting bagi kelangsungan bisnis Ford — lebih menguntungkan ketimbang Mustang Mach-E dan F-150 Lightning.
Pickup listrik ini akan dirakit di Louisville Assembly Plant dengan pengiriman perdana dijadwalkan pada 2027. Bagi yang penasaran, situs tersebut sudah bisa diakses dan pengunjung dapat mendaftar untuk mendapatkan informasi terbaru secara langsung.