Pencarian

PBNU Resmi Undang Presiden Prabowo Tutup Munas-Konbes 2026 di Bangkalan

Jumat, 19 Juni 2026 • 15:00:31 WIB
PBNU Resmi Undang Presiden Prabowo Tutup Munas-Konbes 2026 di Bangkalan
Ketua Panitia PBNU Saifullah Yusuf menyatakan undangan untuk Presiden Prabowo masih dalam tahap koordinasi.

KALIMANTAN TIMUR — Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, mengonfirmasi bahwa undangan tersebut masih dalam tahap koordinasi. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyatakan pihaknya menunggu konfirmasi dari Istana terkait jadwal Presiden.

"Ini masih dalam koordinasi, dalam konfirmasi. Mudah-mudahan waktunya memungkinkan," kata Gus Ipul di Jakarta, Jumat (19/6).

Dua Opsi Lokasi: Bangkalan atau Kediri

Rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 akan dimulai pada Sabtu (20/6) di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Untuk acara penutupan, PBNU menyiapkan dua skenario.

Apabila Presiden Prabowo dapat hadir, penutupan akan digelar di STAI Pesantren Syaichona Moh Cholil, Bangkalan. Sebaliknya, jika kepala negara berhalangan, acara pemungkas tetap dilaksanakan di Ploso, Kediri.

"Ini semua masih menyesuaikan jadwal Presiden," ujar Gus Ipul yang juga menjabat Menteri Sosial itu.

Pembukaan Libatkan Pejabat Daerah dan Tokoh Pesantren

Untuk acara pembukaan di Kediri, PBNU akan mengundang pejabat pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Selain itu, panitia juga mengundang para pengasuh pesantren, pengurus NU dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

"Tentu pembukaan akan mengundang pejabat-pejabat pemerintah daerah, mungkin tingkat provinsi maupun kabupaten-kota," kata Gus Ipul.

Forum Strategis Menuju Muktamar NU

Gus Ipul menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi biasa. Menurutnya, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 merupakan tahapan pertama dan strategis dalam konsolidasi organisasi menuju pelaksanaan Muktamar NU.

"Persiapan muktamar ini kan berkelanjutan. Konbes ini adalah tahapan pertama menuju muktamar," ujarnya.

Dalam forum tersebut, para peserta dijadwalkan membahas berbagai agenda keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan. Seluruh agenda itu merupakan bagian dari peta jalan besar Nahdlatul Ulama ke depan.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks