Pencarian

Aturan Baru Piala Dunia 2026 Bikin Fase Grup Kehilangan Ketegangan? Ini Dampak Nyatanya

Rabu, 24 Juni 2026 • 06:11:01 WIB
Aturan Baru Piala Dunia 2026 Bikin Fase Grup Kehilangan Ketegangan? Ini Dampak Nyatanya
Aturan baru Piala Dunia 2026 menggunakan head-to-head sebagai tie-breaker utama menggantikan selisih gol.

KALIMANTAN TIMUR — Fase grup Piala Dunia 2026 memang sejak awal terancam kehilangan ketegangan. Dengan 48 tim peserta dan 32 di antaranya lolos ke fase gugur, risiko tersingkir justru lebih kecil ketimbang peluang melaju. Kini, dua perubahan regulasi mulai terasa dampaknya saat putaran kedua hampir usai.

Head-to-Head Bikin Laga Terakhir Jadi 'Hiburan'?

FIFA resmi menggunakan rekor head-to-head sebagai tie-breaker utama, menggantikan selisih gol yang dipakai di edisi sebelumnya. Konsekuensinya, tim bisa memastikan diri juara grup atau tersingkir hanya dalam dua laga.

Di Grup J, Argentina sudah mengunci enam poin dan tak mungkin terkejar setelah mengalahkan Austria dan Aljazair. Di sisi lain, Yordania sudah pasti pulang karena kalah dari dua tim yang sama. Jika selisih gol masih jadi patokan utama, semua tim masih punya peluang di laga terakhir.

Kondisi ini memunculkan laga 'dead rubber' seperti Amerika Serikat vs Turki dan Argentina vs Yordania. Laga yang seharusnya penuh gengsi, kini berpotensi jadi ajang rotasi pemain.

Efek Domino: Tim Kuat Istirahatkan Bintang, Tim Lain Diuntungkan?

Kekhawatiran terbesar adalah tim yang sudah lolos akan menurunkan skuad lapis kedua. Di Euro 2024, Portugal yang sudah memastikan juara grup melakukan delapan pergantian pemain saat melawan Georgia. Hasilnya, Georgia menang 2-0 dan lolos ke 16 besar, sementara Hongaria tersingkir dari posisi peringkat ketiga terbaik.

Skenario serupa bisa terulang di Piala Dunia 2026. Jerman, yang sudah pasti lolos dari Grup E, akan menghadapi Ekuador. Tim asuhan Julian Nagelsmann mungkin mengistirahatkan pemain kunci, memberi keuntungan bagi Ekuador yang butuh kemenangan. Curacao dan Pantai Gading, yang sudah kalah dari Jerman, bisa dirugikan secara tidak langsung.

Peringkat Ketiga: Keunggulan Bagi Tim yang Main di Hari Terakhir

FIFA juga mengembalikan sistem peringkat ketiga terbaik untuk delapan slot tersisa. Masalahnya, dengan jumlah grup yang banyak, putaran final fase grup berlangsung selama lima hari. Tim yang bermain di hari terakhir, seperti Sabtu atau Minggu, bisa tahu persis berapa poin yang dibutuhkan untuk lolos.

Sebaliknya, tim yang bermain lebih awal, seperti Skotlandia yang akan menghadapi Brasil pada Rabu (23:00 BST), harus bermain tanpa mengetahui batas aman poin. Ketidakseimbangan informasi ini dinilai tidak adil bagi tim yang bermain di jadwal awal.

Dari 2016 hingga 2024, total tujuh tim di tiga edisi Euro mengalami nasib pasti lebih awal. Di Piala Dunia 2026, angka itu sudah mencapai delapan tim hanya dalam dua pekan. Ini menunjukkan kesenjangan kualitas yang lebar di turnamen ini, ditambah dengan jadwal pertandingan yang bisa dimanipulasi.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks