KALIMANTAN TIMUR — Sinergi ini bukan sekadar formalitas. Pelindo dan Kejati Maluku telah menjalani sesi monitoring dan evaluasi (monev) pendampingan hukum di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Kamis pekan lalu. Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk memperketat pengawasan agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Mitigasi Risiko Proyek Strategis
Kepala Kejati Maluku, Rudy Irmawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra strategis BUMN. “Kami memastikan setiap program pembangunan berjalan akuntabel dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (14/2).
Pendampingan ini mencakup penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara. Dengan begitu, potensi gugatan atau sengketa lahan yang kerap menghambat proyek infrastruktur bisa diminimalisir sejak dini.
Kepastian Hukum Jadi Fondasi Transformasi
Direktur Manajemen Risiko Pelindo, Boy Robyanto, menyebut kolaborasi ini sebagai fondasi penting dalam transformasi bisnis perseroan. “Pendampingan hukum memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menjalankan investasi. Ini memastikan pembangunan infrastruktur tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai regulasi,” kata Boy.
Ia menambahkan, tanpa kepastian hukum, proyek senilai triliunan rupiah bisa mandek. Apalagi, Terminal Yos Sudarso Ambon dirancang menjadi simpul logistik utama yang menghubungkan wilayah timur Indonesia.
Apresiasi untuk Kejati Maluku
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, secara khusus memberikan piagam penghargaan kepada Kejati Maluku. Menurutnya, dukungan hukum yang diberikan telah membantu perusahaan menghadapi dinamika hukum yang kompleks, termasuk penyelesaian gugatan perdata.
“Sinergi ini memberi nilai tambah bagi percepatan penyelesaian terminal yang memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas dan distribusi logistik di Indonesia Timur,” ujar Abdul Azis.
Pelindo optimistis, dengan pengawasan hukum yang ketat, pembangunan Terminal Yos Sudarso Ambon akan selesai sesuai target. Keberadaan terminal ini diharapkan mampu menekan biaya logistik dan mempercepat arus barang di kawasan yang selama ini kerap menghadapi tantangan infrastruktur.