SAMARINDA — Kepengurusan baru Indonesia Cycling Federation (ICF) Kalimantan Timur mulai menunjukkan keseriusan membangun prestasi balap sepeda di daerah. Sekretariat resmi berlokasi di Jalan MT Haryono, Ruko Rawa Indah No 1, Samarinda, dan diresmikan bersamaan dengan acara silaturahmi pengurus pada Minggu (5/6/2026).
Ketua Umum ICF Kaltim, Malvin Ardento, menyampaikan bahwa dalam waktu satu bulan sejak kepengurusan terbentuk, pihaknya sudah mengirimkan atlet ke Kejurnas Road Bike di Pangandaran, Jawa Barat. Hasilnya, atlet Kaltim berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu.
Target Kejurnas MTB dan Velodrome di Bulan yang Sama
Malvin menegaskan komitmen agar Kaltim selalu hadir di setiap agenda nasional, meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan jumlah atlet di beberapa nomor. Minggu depan, pengurus kembali mengirimkan atlet ke Kejurnas MTB di Bogor. Pada akhir bulan yang sama, mereka juga berupaya mengikuti nomor velodrome.
“Yang penting kita ikut dulu. Mau juara atau belum, nanti kita evaluasi. Yang terpenting ICF nasional melihat Kaltim selalu hadir dalam setiap kegiatan,” ujar Malvin di Samarinda, Minggu (5/6/2026).
Tantangan di Nomor BMX: Minim Atlet dan Fasilitas
Malvin mengakui pembinaan masih menghadapi tantangan, khususnya pada nomor BMX yang hingga kini masih kekurangan atlet maupun fasilitas pendukung. Pengurus berencana menyediakan perlengkapan dasar, termasuk sepeda, agar atlet memiliki kesempatan berlatih dan mengikuti kompetisi.
“Kita ingin komunikasi lebih baik, tidak ada yang ditutupi dan tidak ada kepentingan pribadi. Semua bekerja murni untuk kemajuan olahraga sepeda di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Ia berharap persoalan internal yang selama ini kerap muncul, terutama terkait pendanaan dan keberangkatan atlet, tidak lagi terjadi. Dengan begitu, atlet dan orang tua mendapatkan kepastian mengenai dukungan yang diberikan organisasi.
Wakil Ketua ICF: Kesempatan Harus Diimbangi Latihan Maksimal
Wakil Ketua ICF Kalimantan Timur, Tikwan, mengapresiasi komitmen ketua yang dinilai membawa semangat baru bagi pembinaan balap sepeda di daerah. Ia menegaskan, pengurus siap memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada atlet, namun kesempatan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan dan latihan yang maksimal.
“Kami sudah memberikan kesempatan kepada atlet. Tinggal bagaimana atlet mempersiapkan diri. Kalau kesempatan datang tetapi tidak siap, maka kesempatan itu akan sia-sia,” kata Tikwan.
Dalam satu tahun ke depan, Malvin akan mendalami seluruh aspek pembinaan balap sepeda, mulai dari kebutuhan atlet hingga regulasi setiap disiplin. Ia ingin program kerja organisasi dapat berjalan lebih terarah dan profesional.