KALIMANTAN TIMUR — Keputusan kontroversial FIFA untuk menangguhkan skorsing otomatis Folarin Balogun mendapat kecaman keras. Penyerang AS yang bermain untuk Monaco itu diusir wasit saat laga melawan Bosnia-Herzegovina, sebuah kartu merah yang seharusnya berujung pada larangan bermain di laga sistem gugur berikutnya di Seattle. Namun, FIFA memutuskan untuk menangguhkan sanksi tersebut dengan masa percobaan satu tahun.
RBFA: Aturan Ini Tak Bisa Ditafsirkan Sembarangan
RBFA secara resmi menyatakan ketidakpercayaannya dalam pernyataan resmi. Federasi Belgia berargumen bahwa keputusan FIFA bertentangan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA yang secara jelas menyatakan kartu merah otomatis mengakibatkan skorsing untuk pertandingan berikutnya.
"FIFA mendasarkan keputusannya pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Namun, Pasal 66.4 dari kode yang sama dengan jelas menyatakan bahwa kartu merah secara otomatis mengakibatkan skorsing," bunyi pernyataan RBFA. Mereka menambahkan bahwa prinsip ini telah dikomunikasikan kepada semua peserta melalui Surat Edaran Piala Dunia FIFA 2026 Nomor 16 pada 12 Mei 2026, dan diulangi di setiap rapat koordinasi pertandingan.
UEFA: Integritas Kompetisi Terancam
Badan sepak bola Eropa, UEFA, ikut angkat bicara dengan nada yang lebih tajam. Dalam pernyataan resminya, UEFA menilai FIFA telah melampaui batas wewenangnya.
"Skorsing otomatis minimal satu pertandingan setelah kartu merah bukanlah opsi diskresioner dan tidak memerlukan keputusan dari badan yang berwenang untuk diberlakukan," tulis UEFA. Mereka menekankan bahwa aturan ini adalah prinsip yang tertanam dalam peraturan dan tidak bisa dikecualikan di tengah turnamen, apalagi ketika pemain lain telah menjalani hukuman serupa. "Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin, integritas permainan terancam dan kredibilitas kompetisi menjadi tergerus," tambah UEFA.
Rooney Sebut Keputusan Ini Aib, Garcia Sindir April Mop
Reaksi pedas datang dari legenda Inggris, Wayne Rooney. Ia menyebut keputusan FIFA sebagai "aib yang sesungguhnya" dan mempertanyakan kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
"Menurut saya ini benar-benar memalukan. Infantino seharusnya malu atas hal ini. Sportivitas dalam pertandingan ini dipertanyakan," ujar Rooney kepada BBC. Ia mencontohkan situasi pemain Inggris atau Meksiko yang mendapat kartu merah dan bertanya apakah mereka juga berharap bisa bermain di laga berikutnya.
Sementara itu, pelatih Belgia Rudi Garcia menggunakan nada sarkastis. Ia bercanda bahwa dirinya tidak tahu tanggal 5 Juli adalah Hari April Mop di Amerika Serikat, menyoroti betapa tidak masuk akalnya keputusan tersebut.