Pencarian

BPK Kaltim Fasilitasi Pameran Tunggal Maestro Cadio Tarompo, 55 Tahun Perjalanan Seni Rupa Dipamerkan di Samarinda

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:21:03 WIB
BPK Kaltim Fasilitasi Pameran Tunggal Maestro Cadio Tarompo, 55 Tahun Perjalanan Seni Rupa Dipamerkan di Samarinda
Pelukis otodidak Cadio Tarompo memamerkan 55 tahun perjalanan seni rupa dalam pameran tunggal di Samarinda yang difasilitasi BPK Kaltim.

SAMARINDA — Karya-karya Cadio Tarompo, pelukis otodidak asal Balikpapan yang dikenal dengan teknik lukisan warna negatif, akan dipamerkan dalam gelaran tunggal selama sepekan. Pameran ini menjadi bagian dari program prioritas Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 yang diinisiasi Kementerian Kebudayaan.

Mengapa Pameran Ini Penting untuk Data Sejarah Bangsa?

Kepala BPK Kaltim, Lestari, menyebut pameran ini bukan sekadar ajang pamer visual. Menurutnya, karya-karya yang tercipta selama 55 tahun berkarya merekam proses kreatif panjang yang sarat dengan display budaya. "Pasti banyak display budaya yang terekam dan dituangkan di dalamnya," ujarnya di Samarinda, Selasa.

Pameran ini menjadi momentum menghimpun data perjalanan peradaban bangsa. Arsip visual dari lukisan Cadio diharapkan menjadi data berharga bagi penelusuran sejarah kebudayaan dan sumber inspirasi bagi generasi muda.

Teknik Lukis Ikonik yang Hidup Lewat Filter Kamera

Maestro kelahiran Sengkang, 27 Juli 1971, ini memiliki ciri khas teknik lukisan warna klise atau negatif. Lewat teknik ini, lukisan Cadio tampak jauh lebih hidup, detail, dan realistis saat dilihat menggunakan filter kamera negatif pada ponsel pintar. Ia mahir dalam gaya realis hingga hyper-realistic.

Memulai karier profesional sejak 1990, karya-karyanya telah melanglang buana ke pameran internasional di Asia dan Eropa, seperti China, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, hingga Jerman. Ia juga pernah menjadi nominator Jakarta Art Award (2008), Indonesia Art Award (2010), dan UOB Indonesia (2011).

Dukungan Penuh untuk Perupa Lokal

Lestari menegaskan, pemilihan seni rupa sebagai objek fasilitasi didasari keinginan memberikan ruang luas bagi lini kebudayaan rupa. "Kementerian Kebudayaan memberikan banyak fasilitasi terhadap pelaku budaya, dan ini memang program prioritas kami. Tidak hanya di pusat, tetapi UPT-UPT di daerah juga bergerak aktif," jelasnya.

BPK Kaltim berharap program ini menjadi pemantik awal untuk memperluas akses fasilitasi bagi perupa lokal lainnya di masa depan. Selama lebih dari 30 tahun, Cadio telah melahirkan ratusan lukisan dengan berbagai media, mulai dari kanvas, dinding, kain, hingga kayu ulin.

Karya yang Merekam Potret Manusia dan Alam Kalimantan

Beberapa karya menonjol Cadio meliputi lukisan realis "Potensi" (2014) dan "Selamat Tinggal Corona" yang bertema optimisme pandemi. Ia juga menghasilkan deretan lukisan dokumentasi budaya yang merekam potret manusia, keindahan alam, hingga detail motif adat Kalimantan dan Nusantara.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks