Festival Adat Erau Kutai 2026 resmi dibuka di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, melalui prosesi sakral mendirikan Tiang Ayu di Kompleks Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Kementerian Pariwisata menilai pesta adat ini memperkuat daya tarik pariwisata daerah yang bertumpu pada kekayaan budaya. Rangkaian acara berlangsung hingga 28 September, ditutup bertepatan dengan HUT Kota Tenggarong.
TENGGARONG — Pembukaan Festival Erau Adat Kutai 2026 dilakukan lewat prosesi mendirikan Tiang Ayu atau Pinang Ayu di Kompleks Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang juga dikenal sebagai Museum Mulawarman, Tenggarong. Prosesi itu dipimpin langsung pemangku adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Tiang penuh hiasan tersebut didirikan sebagai simbol kemakmuran, kesuburan, dan tanda resmi dibukanya pesta adat.
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kemenpar, Dwi Marhen Yono, menyebut festival ini sebagai benteng sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur.
"Festival Adat Erau juga menjadi benteng sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata," ujar Dwi Marhen saat pembukaan Erau di Tenggarong.
Alasan Wisatawan Datang ke Indonesia Dinilai Bukan Semata Alam
Dwi Marhen menilai alasan utama wisatawan memilih Indonesia bukan sekadar keindahan pantai atau alam. Menurutnya, budaya menjadi daya tarik yang lebih kuat dibanding destinasi lain di kawasan.
"Mengapa banyak orang memilih datang ke Indonesia, bukan ke Malaysia, Vietnam, atau negara lain. Tentu bukan semata karena keindahan pantai atau alam, namun lebih pada alasan budaya," kata Dwi Marhen.
Dia mengajak Pemprov Kaltim, Pemkab Kutai Kartanegara, dan para pelaku budaya menjaga kekayaan adat istiadat. Kekayaan tak benda itu dinilainya punya daya tarik besar bagi perkembangan pariwisata.
Rangkaian Acara: Expo UMKM hingga Beluluh Sultan
Setelah prosesi adat, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pembukaan seremonial di Stadion Rondong Demang. Acara dilanjutkan dengan pembukaan expo dan bazar UMKM, serta Beluluh Sultan dan Bepelas pada malam hari.
Festival berlangsung hingga 27 September. Penutupan dilakukan dengan prosesi merebahkan Pinang Ayu pada 28 September, bertepatan dengan peringatan HUT Kota Tenggarong.
Bupati: Erau Bukan Sekadar Festival Tahunan
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyambut kehadiran para tamu dan wisatawan dalam pesta adat bertema "Raja Menjamu Rakyatnya". Ia menegaskan Erau bukan sekadar festival tahunan.
"Di dalam Adat Erau tersimpan penghormatan kepada leluhur, kesetiaan kepada adat, kebersamaan masyarakat, serta prinsip harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta," ujar Aulia.
Pemerintah kabupaten menyebut Erau sebagai warisan leluhur, fondasi identitas, dan mata rantai peradaban yang melintasi zaman. Gelaran tahun ini menjadi ajang promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi warga lewat bazar UMKM di sekitar arena festival.