KALIMANTAN TIMUR — Microsoft menyebar survei ke sebagian anggota Xbox Insider untuk mengukur reaksi pemain terhadap kemungkinan game first party kembali eksklusif di konsol Xbox. Survei yang dilaporkan Windows Central itu menyodorkan skenario dari eksklusivitas sementara hingga penuh, mencakup franchise Fallout, The Elder Scrolls, DOOM, Diablo, PHYSINT, sampai Minecraft. Hasilnya bakal jadi sinyal apakah strategi multiplatform Xbox yang jalan beberapa tahun terakhir bakal berbelok arah.
Survei tersebut tidak sekadar menanyakan preferensi genre atau harga. Sejumlah pertanyaan spesifik mengukur seberapa besar kemungkinan responden membeli konsol Xbox atau pindah ke ekosistem Xbox jika judul tertentu hanya tersedia di sana.
Dua skenario diajukan: eksklusivitas sementara dan eksklusivitas penuh. Dari bobot pertanyaannya, Microsoft tampak ingin tahu apakah game eksklusif masih cukup ampuh mendorong penjualan perangkat keras di tengah pasar konsol yang makin mahal.
Beberapa nama muncul eksplisit dalam skenario: Fallout, The Elder Scrolls, DOOM, Diablo, dan PHYSINT garapan Hideo Kojima. Untuk Fallout dan The Elder Scrolls, skenario itu berarti sekuel berikutnya—termasuk Fallout 5 atau The Elder Scrolls VI—tidak tersedia di PlayStation maupun Nintendo.
Game yang sudah rilis tetap bisa diakses di platform lamanya. Fokus pembatasan ada pada judul mendatang, bukan pada produk yang sudah beredar.
Bagian yang paling mencolok justru menyangkut Minecraft. Survei mengajukan kemungkinan versi yang sudah ada tidak lagi dijual di konsol PlayStation dan Nintendo, sekaligus berhenti menerima pembaruan konten baru di kedua platform tersebut.
Game dan konten yang sudah dimiliki pemain tetap dapat diakses, dan versi PC tidak terdampak. Perlu ditegaskan, semua ini masih skenario hipotetis dalam survei, bukan pengumuman perubahan dukungan Minecraft.
Microsoft beberapa tahun terakhir justru agresif membawa game Xbox ke platform lain. Strategi multiplatform membuka akses ke lebih banyak pemain dan mendatangkan pendapatan dari penjualan di luar ekosistem sendiri.
Konsekuensinya, Microsoft harus berbagi potongan pendapatan dengan pemilik toko digital pesaing. Eksklusivitas memang bisa mendorong pembelian konsol Xbox, tetapi berisiko menghilangkan pemasukan dari pemain PlayStation dan Nintendo yang enggan berpindah perangkat.
Ada pula masalah kebiasaan pemain lintas platform. Minecraft punya basis pemain yang tersebar di berbagai perangkat dan memungkinkan teman bermain bersama tanpa platform yang sama. Membatasi update atau akses di satu platform berpotensi mengganggu pola itu.
Untuk franchise RPG seperti Fallout dan The Elder Scrolls, eksklusivitas bisa jadi alasan kuat bagi sebagian penggemar mempertimbangkan Xbox. Namun keputusan membeli perangkat baru tetap bergantung pada harga dan ketersediaan game lain.
Belum ada pengumuman resmi bahwa Microsoft akan menjadikan seluruh franchise tersebut eksklusif di Xbox. Survei konsumen lazim dipakai perusahaan untuk menguji opsi strategi tanpa mengubah produk yang sudah berjalan.
Meski begitu, rangkaian pertanyaan itu menunjukkan masa depan strategi multiplatform Xbox masih terbuka untuk berubah. Bagi pengguna Indonesia yang membeli konsol berdasarkan katalog game, arah keputusan Microsoft soal eksklusivitas akan menentukan nilai jangka panjang perangkat yang mereka pilih.