Pencarian

DPRD Balikpapan Dorong BPH Migas Bangun SPBU Baru di Kariangau, Kuota Biosolar Kota Ditambah

Rabu, 03 Juni 2026 • 14:48:31 WIB
DPRD Balikpapan Dorong BPH Migas Bangun SPBU Baru di Kariangau, Kuota Biosolar Kota Ditambah
DPRD Balikpapan mengajukan proposal pembangunan SPBU baru di Kariangau untuk mengatasi antrean BBM.

BALIKPAPAN — Persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di kawasan industri Kariangau mendapat perhatian serius dari legislatif kota. DPRD Balikpapan saat ini tengah mengupayakan pembangunan SPBU baru di wilayah tersebut dengan mengirimkan proposal resmi ke BPH Migas. Langkah ini dinilai krusial mengingat Kariangau merupakan pusat pergudangan dan logistik yang aktivitasnya terus meningkat.

Mengapa Antrean BBM di Kariangau Selalu Terjadi?

Selama ini, kendaraan berat dan truk logistik yang beroperasi di Kariangau hanya mengandalkan satu atau dua titik SPBU di sekitar kawasan. Akibatnya, antrean panjang tak terhindarkan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Kondisi ini tidak hanya membuang waktu operasional, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan di jalan akses utama menuju pelabuhan dan kawasan industri.

DPRD menilai penambahan SPBU menjadi solusi jangka pendek yang paling realistis. Mereka berharap BPH Migas bisa segera merespons usulan ini agar distribusi BBM di wilayah timur Balikpapan lebih merata.

Kuota Biosolar Balikpapan Resmi Bertambah

Di sisi lain, kabar baik datang untuk para pelaku usaha dan pengemudi angkutan. Pemerintah Kota Balikpapan mengonfirmasi bahwa kuota biosolar untuk kota tersebut resmi ditambah. Keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi kebutuhan BBM bersubsidi yang terus meningkat seiring pertumbuhan sektor logistik dan jasa.

Penambahan kuota ini diharapkan bisa menekan kelangkaan biosolar yang kerap terjadi di beberapa SPBU. Dengan pasokan yang lebih cukup, risiko antrean panjang dan aksi borong BBM oleh oknum tertentu diharapkan bisa diminimalkan.

Apa Dampaknya Bagi Warga dan Pelaku Usaha?

Bagi pengemudi angkutan barang, kepastian pasokan biosolar berarti jadwal pengiriman bisa lebih teratur. Sementara bagi warga biasa, penambahan kuota ini secara tidak langsung menekan potensi antrean di SPBU yang melayani biosolar untuk kendaraan pribadi. Namun, DPRD mengingatkan agar pengawasan di lapangan tetap diperketat untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Langkah berikutnya yang dinanti adalah realisasi pembangunan SPBU Kariangau. Jika terealisasi, kawasan ini akan memiliki infrastruktur energi yang lebih memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi di pelabuhan dan kawasan industri terpadu.

Bagikan
Sumber: kaltimpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks