KALIMANTAN TIMUR — Konsolidasi ini melibatkan perusahaan logistik milik BUMN besar, seperti PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Masing-masing perusahaan melebur anak usahanya ke dalam satu induk yang nantinya akan dikelola secara profesional.
Dengan penggabungan ini, pemerintah menargetkan efisiensi rantai pasok barang di dalam negeri. Selama ini, biaya logistik Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara tetangga, sehingga membebani harga barang di tingkat konsumen.
Skema Penggabungan dan Pemegang Saham Baru
Dalam akta penggabungan yang diteken, seluruh aset dan operasional tujuh anak usaha tersebut akan dialihkan ke entitas baru. Kepemilikan saham di perusahaan hasil merger akan dibagi secara proporsional berdasarkan nilai aset yang disetorkan masing-masing induk BUMN.
Proses integrasi ini direncanakan berlangsung secara bertahap. Tahap awal akan fokus pada penyatuan sistem teknologi informasi dan manajemen pergudangan agar tidak terjadi tumpang tindih rute pengiriman.
Dampak bagi Pelaku Usaha dan Konsumen
Penggabungan ini diharapkan memangkas rantai distribusi yang selama ini terpecah-pecah. Saat ini, satu barang dari pabrik ke konsumen bisa melewati tiga hingga empat perusahaan logistik berbeda, yang membuat biaya membengkak.
Pelaku UMKM menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan. Dengan adanya satu pintu logistik BUMN, tarif pengiriman barang dari daerah terpencil diharapkan lebih terjangkau. Konsumen pun bisa menikmati harga barang yang lebih stabil karena ongkos distribusi yang lebih murah.
Langkah Selanjutnya
Setelah penandatanganan SHA, tahapan berikutnya adalah proses perizinan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan. Manajemen entitas baru juga akan segera membentuk direksi dan dewan komisaris dalam beberapa pekan ke depan.
Target operasional penuh direncanakan pada awal 2027. Pada saat itu, seluruh layanan logistik dari tujuh BUMN sebelumnya sudah terintegrasi dalam satu platform digital dan jaringan fisik yang sama.