KALIMANTAN TIMUR — Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh penguatan konektivitas pelayaran internasional. "Ada tambahan kunjungan kapal dan kehadiran sejumlah shipping line baru, di samping peningkatan volume dari pelayaran eksisting," ujarnya dalam keterangan resmi di Medan, Jumat. Sementara itu, segmen domestik juga tumbuh berkat peningkatan volume dari perusahaan pelayaran nasional.
Pelabuhan Belawan kini menjadi salah satu simpul logistik utama di Sumatera Utara. Kenaikan arus barang ini juga sejalan dengan data PDRB Sumut yang tumbuh 4,98 persen, dengan sektor perdagangan naik 10,63 persen dan sektor transportasi-pergudangan naik 8,52 persen. Di Riau, PDRB juga tumbuh 4,89 persen, didorong oleh industri pengolahan dan perdagangan.
Peralatan Modern Jaga Efisiensi Bongkar Muat
Dari sisi operasional, Pelindo mengandalkan enam unit container crane di dermaga dan 12 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di lapangan. Performa RTG tercatat sangat baik, dengan rata-rata ketersediaan mencapai 96,2 persen. "Peralatan ini berperan penting dalam mendukung kegiatan bongkar muat, mulai dari pelayanan kapal hingga penanganan peti kemas di area penumpukan," jelas Yusrizal.
Dengan kondisi peralatan yang prima, waktu tunggu kapal dan proses bongkar muat bisa ditekan. Hal ini menjadi krusial di tengah meningkatnya volume perdagangan internasional dan domestik yang harus dilayani secara cepat.
Pelindo Perkuat Layanan untuk Dukung Distribusi Berkelanjutan
Seiring meningkatnya aktivitas logistik, Pelindo berkomitmen menjaga pengelolaan layanan di Pelabuhan Belawan agar adaptif terhadap dinamika arus barang. Dukungan operasional terminal terus diperkuat untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa. "Belawan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi regional. Kami akan terus menjaga kelancaran operasional dan kualitas layanan kepelabuhanan," tegas Yusrizal.
Ke depan, Pelindo menargetkan agar Belawan tidak hanya menjadi pintu keluar-masuk barang, tetapi juga pusat distribusi yang terintegrasi untuk kawasan Sumatera bagian utara. Pertumbuhan arus peti kemas yang konsisten di atas 5 persen menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan daya saing logistik nasional.