TANJUNG REDEB — Melonjaknya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat untuk memperketat manajemen kebersihan di destinasi unggulan. Hasilnya, satu objek wisata dinilai sukses menerapkan tata kelola sampah yang patut dicontoh.
Dalam kunjungan terbarunya, Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, memberikan apresiasi tinggi kepada pengelola Danau Labuan Cermin, Kecamatan Biduk-Biduk. Pengelola dinilai sigap menjaga kelestarian lingkungan dengan sistem yang ketat dan terukur.
Prinsip 3R Diterapkan, Sampah Tak Menginap
Yudha mengungkapkan, sistem penanganan kebersihan di Labuan Cermin berjalan setiap hari tanpa celah. Sampah yang dihasilkan wisatawan pada sore hari langsung diangkut ke darat.
"Sampah dari aktivitas wisatawan sore hari langsung dibawa ke darat untuk dikelola dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Hari itu juga penanganan selesai dan lokasi kembali bersih," kata Yudha dalam keterangan yang diterima, Selasa.
Langkah konkret ini terbukti efektif. Kawasan perairan Labuan Cermin kini bebas dari sampah plastik maupun kemasan makanan, sehingga estetika alamnya tetap terjaga.
Pendapatan Tiket Digunakan untuk Biaya Kebersihan
Kunci keberhasilan sistem ini terletak pada kemandirian finansial pengelola. Sebagian pendapatan dari tiket masuk dialokasikan secara khusus untuk menggaji petugas kebersihan.
Yudha menegaskan, model pembiayaan mandiri seperti inilah yang membuat pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan tanpa harus terus-menerus bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
Target Replikasi ke Seluruh Destinasi di Berau
Melihat tata kelola yang sudah teruji tersebut, Disbudpar Berau berharap sistem ini bisa direplikasi oleh seluruh pengelola destinasi wisata di kabupaten tersebut.
"Pengelolaan di Labuan Cermin sangat bagus dan patut menjadi percontohan. Kami berharap pola ini diterapkan di objek wisata lain demi kenyamanan pengunjung dan keberlanjutan lingkungan," tandas Yudha.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Disbudpar menjaga citra pariwisata Berau di tengah meningkatnya jumlah kunjungan, sekaligus memastikan kelestarian alam tetap menjadi daya tarik utama.