KALIMANTAN TIMUR — Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke final. Ada dendam lama yang dibawa Harimau Malaya sejak takluk dari Vietnam di partai puncak edisi 2018 lewat agregat 2-3. Sementara bagi The Golden Star Warrior, laga ini adalah langkah menuju final ketiga secara beruntun sekaligus mempertahankan gelar.
Malaysia melaju ke semifinal sebagai runner-up Grup B dengan koleksi 9 poin dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Di sisi lain, Vietnam tampil superior di Grup A dengan 10 poin, unggul atas Singapura dan Timnas Indonesia, serta menjadi tim paling produktif dengan 13 gol sejauh ini.
Rekor Pertemuan: Enam Laga tanpa Kemenangan untuk Malaysia
Secara head-to-head, peluang Malaysia untuk membalaskan dendam terbilang berat. Dari enam pertemuan terakhir kontra Vietnam, Harimau Malaya hanya mampu meraih satu hasil imbang dan lima kali menelan kekalahan. Tren negatif ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Tan Cheng Hoe.
Tan Cheng Hoe sendiri sadar betul posisi timnya di laga ini. "Vietnam adalah tim yang lebih diunggulkan, sedangkan kami adalah tim yang tidak diunggulkan," ujarnya. Ia justru memanfaatkan status underdog ini sebagai pelepas tekanan bagi anak asuhnya. "Para pemain tidak memiliki beban apa pun. Kami akan menghadapi Vietnam, dan kami perlu menikmati momen ini," tambahnya.
Kim Sang-sik Andalkan Rotasi dan Kedalaman Skuad
Di kubu tamu, pelatih Kim Sang-sik datang dengan keyakinan penuh. Pelatih asal Korea Selatan itu mengelola 25 pemainnya secara cermat sepanjang fase grup. Hanya kehilangan dua poin dari empat laga adalah bukti efektivitas rotasi yang ia terapkan.
"Sejak awal kompetisi, kami tahu kami perlu merancang susunan pemain yang berbeda untuk pertandingan yang berbeda pula. Untuk setiap laga, kami harus memilih skuad yang paling sesuai dengan lawan dan situasi tertentu," kata Kim Sang-sik dikutip dari laman aseanutdfc, Jumat (14/8/2026).
Kim juga berambisi menjadi pelatih pertama yang membawa Vietnam meraih gelar back-to-back di Piala AFF. "Saat pemain baru bergabung dengan tim, mereka harus memahami cara bekerja dalam kelompok. Tujuan kami adalah menciptakan lingkungan tim yang memungkinkan setiap pemain menampilkan performa terbaiknya," jelasnya.
Kunci Pertandingan: Josue dan Kecepatan Sayap Malaysia
Harimau Malaya menaruh harapan besar di pundak Paulo Josue yang telah mencetak tiga gol di turnamen ini. Dukungan kreatif di lini tengah diharapkan datang dari Wan Kuzain dan Endrick dos Santos, sementara kecepatan Mohamadou Sumareh di sisi sayap menjadi senjata untuk membongkar pertahanan Vietnam.
Di kubu lawan, Vietnam tetap bertumpu pada nama-nama yang tampil menonjol. Patrik Li Giang mengawal gawang, dengan lini pertahanan dan serang yang diisi Doan Van Hau, Nguyen Van Vi, serta Nguyen Dinh Bac. Opsi naturalisasi seperti Do Hoang Hen, Nguyen Tai Loc, dan Nguyen Xuan Son juga siap menjadi pembeda.
Leg kedua akan digelar di kandang Vietnam. Hasil positif di Kuala Lumpur menjadi modal berharga bagi kedua tim sebelum bertarung di hadapan pendukung sendiri pekan depan.