KALIMANTAN TIMUR — Baskara Mahendra membintangi film komedi horor terbaru berjudul Ghosting sebagai Alfian, seorang perias jenazah. Premis ceritanya berpusat pada tugas Alfian merias jenazah Maya, influencer muda yang meninggal secara misterius. Peran ini disebut Baskara sebagai profesi yang jarang tersorot di layar lebar Indonesia.
Pilihan profesi itu jadi fondasi cerita. Alfian digambarkan menjalani hidup yang tenang sebelum sebuah tugas mengubah segalanya.
Premis Cerita Ghosting
Alur film berpusat pada Alfian yang mendapat tugas merias jenazah Maya, seorang influencer muda. Maya meninggal secara misterius, dan kematiannya jadi titik balik bagi kehidupan Alfian.
Dari situ konflik bergulir. Pekerjaan yang biasanya berjalan rutin berubah jadi rangkaian kejadian tak terduga yang membawa unsur horor dan komedi sekaligus.
Alasan Baskara Mahendra Tertarik
Baskara menilai premis Ghosting punya daya tarik tersendiri dibanding film horor lain. Menurutnya, posisi Alfian sebagai perias jenazah membuka sudut pandang baru dalam cerita.
"Menurut saya, premis Ghosting sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal," ujar Baskara Mahendra.
Pernyataan itu menegaskan bahwa tokoh Alfian bukan sekadar pelengkap. Justru dari profesinya, alur cerita dibangun dan konflik utama muncul.
Profesi yang Jarang Tersorot
Perias jenazah memang jarang diangkat sebagai profesi tokoh utama dalam perfilman Indonesia. Selama ini, profesi tersebut lebih sering muncul sebagai latar atau elemen pendukung cerita horor.
Ghosting menempatkan profesi itu di pusat narasi. Alfian tidak hanya merias jenazah, tetapi juga terlibat dalam persoalan yang ditinggalkan orang yang sudah meninggal.
Pendekatan ini memberi warna berbeda pada genre komedi horor yang belakangan cukup produktif di pasar film nasional.
Kombinasi Komedi dan Horor
Ghosting memadukan dua genre yang akrab bagi penonton Indonesia. Unsur horor datang dari sosok Maya dan kematiannya yang misterius, sementara sisi komedi muncul dari interaksi Alfian dengan situasi di sekitarnya.
Baskara Mahendra sendiri bukan nama baru di industri film Indonesia. Ia sebelumnya dikenal lewat sejumlah judul layar lebar dan series, dengan rentang peran yang cukup beragam.
Belum ada informasi resmi soal jadwal tayang Ghosting di bioskop maupun deretan pemain lain yang terlibat. Detail soal sutradara dan rumah produksi juga belum diumumkan dalam bahan yang tersedia.
Yang jelas, Ghosting menambah daftar film komedi horor Indonesia yang mencoba menawarkan premis berbeda, kali ini lewat kacamata seorang perias jenazah.