Pencarian

Dinkes Kaltim Sebut Tubuh Bugar Tanpa Gejala Tak Jamin Bebas Infeksi HPV

Senin, 12 Oktober 2026 • 10:50:31 WIB
Dinkes Kaltim Sebut Tubuh Bugar Tanpa Gejala Tak Jamin Bebas Infeksi HPV
Kepala Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak menegaskan tubuh bugar tanpa gejala tidak menjamin bebas infeksi HPV.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kondisi tubuh bugar tanpa keluhan fisik tidak menjamin seseorang terbebas dari infeksi Human Papillomavirus (HPV). Kepala Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak menyampaikan hal itu di Samarinda, menekankan bahwa sebagian besar penularan HPV pada tahap awal tidak memunculkan gejala klinis sama sekali.

SAMARINDA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur meluruskan sejumlah mitos keliru soal penularan virus Human Papillomavirus (HPV) yang masih beredar di masyarakat. Kepala Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan pemahaman yang salah soal gejala HPV membuat banyak orang merasa aman padahal berisiko terinfeksi.

Menurut Andi, virus HPV dapat bertahan dan menetap di dalam jaringan tubuh secara senyap selama bertahun-tahun tanpa disadari penderitanya. Tanda-tanda fisik infeksi umumnya baru terlihat setelah kondisi kesehatan berkembang memasuki stadium lanjut yang membahayakan jiwa.

Mengapa Tubuh Bugar Bukan Tanda Bebas HPV?

Andi menjelaskan sebagian besar kasus penularan virus HPV pada manusia sama sekali tidak memunculkan gejala klinis pada tahap awal. Karena itu, seseorang yang merasa sehat dan tidak merasakan keluhan tetap berpotensi menjadi pembawa virus tanpa menyadarinya.

"Masyarakat perlu memahami bahwa kondisi tubuh yang bugar tanpa keluhan fisik sama sekali tidak menjamin seseorang terbebas dari infeksi HPV," kata Andi di Samarinda.

Dinkes Kaltim menekankan penyebaran edukasi kesehatan berbasis fakta menjadi krusial agar langkah pencegahan dini dapat dilakukan secara tepat. Tanpa pemahaman yang benar, deteksi dan penanganan berisiko terlambat.

Infeksi HPV Juga Menyerang Laki-Laki

Selain mitos soal gejala fisik, Dinkes Kaltim turut meluruskan pandangan keliru yang menyebut infeksi HPV hanya berisiko menyerang kaum perempuan. Andi menegaskan laki-laki juga dapat terinfeksi virus HPV serta berpotensi menularkannya kepada pasangan maupun orang di sekitarnya.

Pada kaum laki-laki, paparan infeksi virus HPV berisiko tinggi memicu timbulnya penyakit kanker di area organ kelamin serta tenggorokan. "Kaum laki-laki juga dapat terinfeksi virus HPV serta berpotensi menularkannya kepada pasangan maupun orang lain di sekitarnya," tutur Andi.

Imunisasi Sejak Usia Dini Jadi Kunci Perlindungan

Guna menekan risiko bahaya penyakit mematikan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pelaksanaan program imunisasi HPV sejak usia dini. Pemberian imunisasi pada anak perempuan maupun anak laki-laki telah teruji aman bagi kesehatan anak oleh tim medis.

Menurut Andi, langkah imunisasi pada usia sekolah tersebut mampu memberikan tingkat perlindungan maksimal secara berkelanjutan mendekati seratus persen dalam jangka panjang. Vaksinasi HPV disebut terbukti efektif memberikan perlindungan jangka panjang terhadap ancaman kanker serviks, kanker mulut, dan anus.

"Pemahaman fakta medis yang benar serta kepatuhan pada program imunisasi menjadi kunci utama mencegah risiko penyakit akibat virus HPV," tegas Andi.

Dinkes Kaltim mengimbau masyarakat tidak lagi berpegang pada anggapan keliru soal HPV dan aktif mengikuti program imunisasi yang disiapkan pemerintah daerah.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks