KALIMANTAN TIMUR — Olivia Rodrigo masuk daftar prediksi kuat peraih Album of the Year di Grammy 2027 lewat album ketiganya, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love. Dua album sebelumnya, Sour dan Guts, sudah pernah masuk nominasi kategori yang sama tetapi belum pernah menang. Tahun ini, peluangnya disebut lebih besar berkat sambutan kritikus dan tur yang berjalan intens.
Sejak debut pada 2021, Olivia Rodrigo sudah tiga kali merilis album studio dan dua di antaranya menembus nominasi Album of the Year. Namun, belum satu pun yang berhasil membawa pulang trofi kategori paling bergengsi di Grammy tersebut.
Peluang Besar Lewat Album Ketiga
You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love dirilis pada Juni dan langsung mendapat pujian dari kritikus musik. Album ini disebut menunjukkan kedewasaan Rodrigo, kini berusia 23 tahun, baik dari sisi penulisan lagu maupun eksplorasi bunyi yang menyentuh elemen New Wave.
John Stein, kepala Editorial Amerika Utara di Spotify, menilai album ini punya daya tarik tersendiri bagi pendengar. "She has this engagement where people are just listening front to back on repeat," ujarnya.
Sejak perilisan album, Rodrigo tidak berhenti bergerak. Ia meluncurkan festival musiknya sendiri, Daisy Chain Fields, dan memulai Unraveled Tour untuk mendukung album tersebut.
"She really puts in the work. She tours hard, she's an incredible songwriter and really hones these tight, no fat albums," kata Stein. "I think that really works in her favor here."
Jejak Rodrigo di Panggung Grammy
Rodrigo bukan nama baru di Academy. Pada 2022, ia membawa pulang Best New Artist dan Best Pop Vocal Album lewat album debutnya, Sour. Album kedua, Guts, juga sempat masuk nominasi Album of the Year, tetapi harus puas menjadi nominasi saja.
"It's surprising she actually hasn't won yet because she has these really strong albums that really feel like a moment," ujar Stein. "She builds a world around them. That really resonates with voters."
Empat tahun setelah kemenangan pertamanya di usia 19 tahun, Rodrigo dinilai semakin matang sebagai penulis lagu dan performer.
Saingan Terberat: Olivia Dean hingga Rosalía
Meski disebut sebagai favorit, Rodrigo tidak akan melaju tanpa hambatan. Kategori Album of the Year 2027 diprediksi dihuni nama-nama besar, termasuk Phoebe Bridgers lewat Lost Weekend, Noah Kahan dengan The Great Divide, Ella Langley lewat Dandelion, Bruno Mars dengan The Romantic, Taylor Swift melalui The Life of a Showgirl, dan Rosalía dengan Lux.
Salah satu pesaing terkuat datang dari Olivia Dean. Album The Art of Loving yang dirilis September 2025 terus melahirkan hits baru meski sudah setahun berlalu.
"It seems like there's always a new song emerging from this album," kata Stein. "Even though she won Best New Artist at the 2026 Grammys, it feels like the story is still building, which is really rare for an artist right now."
Stein menyebut potensi perpecahan suara di antara kedua Olivia sebagai faktor yang bisa memengaruhi hasil akhir. Gaya soul-pop Dean yang terasa abadi dinilai cocok dengan selera luas pemilih Grammy.
Rosalía dan Kejutan yang Mungkin Terjadi
Rosalía juga tidak bisa diremehkan. Album Lux disebut Stein sebagai karya yang berdiri di ruangnya sendiri, memadukan berbagai bunyi dan bahasa dengan pendekatan khas penyanyi Spanyol itu.
"It's completely in its own space. It's this album that was really an unexpected sonic breakthrough where the audience really came along with this incredible artistic vision," ujarnya.
Menurut Stein, kualitas khas Lux bisa menjadi faktor kejutan yang menguntungkan Rosalía. "I could see that being maybe a surprise for some, that'd be really cool to see," tambahnya.
Dengan daftar kandidat yang padat, persaingan Album of the Year di Grammy 2027 diprediksi berlangsung ketat. Bagi Rodrigo, tahun ini bisa menjadi momen pertama ia membawa pulang trofi yang selama ini lewat dari genggamannya.