KALIMANTAN TIMUR — Gelombang lagu lawas kembali viral di TikTok dan Instagram Reels sepanjang 2026, membawa nama penyanyi lama ke telinga generasi muda. Katy Perry lewat "The One That Got Away" hingga ABBA dengan "Dancing Queen" masuk daftar sound yang paling sering dipakai kreator konten. Fenomena ini membuat karya berusia puluhan tahun menjangkau pendengar yang belum lahir saat lagu itu pertama populer.
Katy Perry, ABBA, dan Kool & The Gang termasuk sederet nama yang karyanya kembali ramai dipakai sebagai latar video pendek. Platform seperti TikTok memberi ruang bagi potongan lagu lama untuk muncul berulang di linimasa, lalu memicu pengguna mencari judul dan penyanyi aslinya.
Daya tariknya bukan cuma soal nostalgia. Melodi yang mudah dikenali dan lirik yang dekat dengan pengalaman sehari-hari membuat lagu-lagu ini gampang dipinjam kreator untuk video romantis, perayaan, sampai unggahan keseharian.
Katy Perry dan "The One That Got Away"
Katy Perry sudah dikenal lewat deretan hits pop seperti "I Kissed a Girl", "Teenage Dream", dan "Firework". Di antara semua itu, "The One That Got Away" punya karakter berbeda karena mengangkat kisah hubungan yang berakhir dan penyesalan setelah kehilangan seseorang.
Lagu ini dirilis pada 2011 sebagai bagian dari album Teenage Dream. Nuansanya melankolis, jauh dari kesan ceria yang biasa melekat pada Katy Perry, dengan lirik soal kenangan cinta yang tak bisa diulang.
"The One That Got Away" tercatat dalam daftar lagu TikTok musim panas 2026 yang dirilis platform tersebut. Momentum ini memperlihatkan bagaimana lagu era sebelumnya bisa kembali menjangkau audiens baru.
ABBA dan "Dancing Queen"
ABBA dikenal luas lewat "Mamma Mia", "The Winner Takes It All", dan "Dancing Queen". Grup asal Swedia beranggotakan Agnetha Fältskog, Björn Ulvaeus, Benny Andersson, dan Anni-Frid Lyngstad ini sudah lama membuktikan musiknya bertahan lintas generasi.
"Dancing Queen" dirilis pada 1976 dan jadi salah satu lagu paling terkenal dalam perjalanan karier ABBA. Melodi pop-disko yang ceria dan irama yang mudah diikuti membuatnya cocok untuk video ulang tahun, pesta, sampai konten yang merayakan kebebasan berekspresi.
Di media sosial, lagu klasik ini kerap mendapat konteks baru saat dipadukan dengan tren tarian atau video momen bahagia. Pendengar muda juga bisa mengenalnya lewat film dan pertunjukan.
Kool & The Gang dan "Celebration"
Kool & The Gang memadukan funk, soul, R&B, dan musik dansa sepanjang kariernya. Salah satu karya paling dikenal adalah "Celebration", yang dirilis pada 1980.
Sesuai judulnya, lagu ini membawa pesan tentang kebahagiaan dan kesempatan merayakan momen bersama. Aransemen meriah, vokal yang mudah diikuti, dan ritme kuat menjadikannya pilihan untuk pesta keluarga hingga perayaan keberhasilan.
Karakter itu membuat "Celebration" relevan untuk video pendek berisi kelulusan, pencapaian pribadi, atau kabar baik. Lagu yang sebelumnya dikenal sebagai musik perayaan lintas generasi ini kembali ditemukan pengguna muda lewat unggahan kreator lain.
Lenny Kravitz dan "It Ain't Over 'Til It's Over"
Lenny Kravitz dikenal sebagai musisi yang memadukan rock, soul, funk, dan pop. Salah satu lagunya yang menonjol adalah "It Ain't Over 'Til It's Over", dirilis pada 1991 dalam album Mama Said.
Lagu ini memperlihatkan sisi Kravitz yang lebih lembut, dengan nuansa soul yang kental dan lirik soal harapan di tengah hubungan yang goyah. Kombinasi itu membuatnya mudah dipakai untuk video bertema ketahanan dan optimisme.
Mengapa Lagu Lama Mudah Viral Lagi
Kreator konten butuh sound yang langsung memberi suasana pada video pendek. Lagu lama dengan bagian chorus yang kuat sering lebih efektif dibanding materi baru yang belum dikenal penonton.
Ketika sebuah sound terus muncul di linimasa, pengguna yang awalnya cuma tahu potongannya terdorong mencari judul dan penyanyi aslinya. Dari situ nama penyanyi lama kembali masuk percakapan, meski karya aslinya sudah berusia puluhan tahun.
Fenomena ini juga menguntungkan platform streaming. Lagu-lagu yang sempat tenggelam bisa kembali masuk daftar putar harian pendengar baru, sekaligus membuka jalan bagi musisi legendaris untuk menjangkau pasar yang lebih muda.
Bagi industri musik Indonesia, pola serupa sudah sering terjadi pada lagu-lagu lawas lokal yang kembali populer lewat cover dan video pendek. Kuncinya tetap sama: sound yang mudah dikenali dan momen yang tepat di linimasa.