SAMARINDA — Kepala DP3A Provinsi Kaltim Syarifah Alawiyah menyatakan pemerintah daerah bersiap menyambut massa aksi dan mengajak mereka beraudiensi secara kondusif di dalam gedung pemerintah. Instansi teknis yang disiagakan mencakup BPBD, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup.
Penempatan dialog di dalam ruangan, kata Syarifah, agar komunikasi berjalan efektif tanpa terganggu bising lalu lintas. Pemerintah provinsi menyatakan sudah standby mendengar aspirasi warga.
Dipicu Kekhawatiran Dampak Karhutla dan ISPA pada Anak
Unjuk rasa TRC PPA Kaltim berangkat dari kekhawatiran atas dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu. Massa juga menyoroti dugaan jatuhnya korban anak akibat ISPA.
Kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam aksi tersebut. Anak-anak dinilai paling terpapar risiko gangguan pernapasan saat kualitas udara memburuk.
Edukasi Masker hingga FGD Lintas Instansi
DP3A Kaltim gencar mengedukasi warga di media sosial mengenai protokol penggunaan masker. Edukasi menyasar keluarga dengan anak agar proteksi diri berjalan di tingkat rumah tangga.
Selain itu, dinas tersebut siap memfasilitasi Focus Group Discussion lintas instansi. Forum itu diarahkan menghasilkan komitmen konkret mitigasi karhutla dan penanganan ISPA.
"Kami berharap unjuk rasa ini bisa dilakukan di dalam ruangan agar komunikasi tercapai dengan baik, efektif, dan tidak terganggu bising lalu lintas. Kita ssudah standby untuk mendengar apa yang diinginkan masyarakat," ujar Syarifah.
Jejak Koordinasi Lintas Sektor di Kasus Lubang Bekas Tambang
Pola koordinasi lintas sektor serupa pernah diterapkan DP3A Kaltim dalam penanganan kasus anak korban lubang bekas tambang. Rekomendasi komitmen dari dinas teknis diteruskan langsung kepada Gubernur.
Mekanisme itu menjadi rujukan dinas dalam merumuskan langkah perlindungan anak di Kaltim. Syarifah menegaskan DP3A selalu memperhatikan kasus-kasus terkait perempuan dan anak.
"DP3A selalu memperhatikan kasus-kasus terkait perempuan dan anak. Melalui komunikasi yang baik dalam dialog ini, lembaga terkait dapat merumuskan langkah konkret," tegas Syarifah.
Hasil audiensi dan FGD nantinya menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi karhutla yang berpihak pada kelompok rentan. Relawan TRC PPA Kaltim menunggu tindak lanjut konkret dari instansi teknis provinsi.