Pencarian

Social Fitness: Padel dan Pilates Jadi Tren Nongkrong Baru Anak Muda

Selasa, 20 Oktober 2026 • 09:47:01 WIB
Social Fitness: Padel dan Pilates Jadi Tren Nongkrong Baru Anak Muda
Anak muda berolahraga padel bersama teman sebagai bagian dari tren social fitness.

KALIMANTAN TIMUR — Bermain padel bareng teman atau ikut kelas pilates kini jadi cara anak muda menghabiskan akhir pekan, menggantikan agenda nongkrong di kafe. Tren social fitness ini menggabungkan olahraga, hiburan, dan interaksi sosial dalam satu aktivitas. Simak alasan di baliknya serta hal yang perlu diperhatikan sebelum ikut tren ini.

Padel dan pilates bukan lagi sekadar olahraga biasa. Keduanya kini jadi pilihan aktivitas akhir pekan yang menggabungkan kebugaran dengan kesempatan bersosialisasi bersama teman.

Perubahan ini mencerminkan pergeseran cara anak muda memandang waktu luang. Alih-alih duduk berlama-lama di kafe, mereka memilih berkeringat bersama di lapangan atau studio.

Apa Itu Social Fitness?

Social fitness menggambarkan aktivitas olahraga yang sekaligus menjadi ajang bersosialisasi. Padel menawarkan pengalaman bermain berpasangan sehingga pemain bisa berkomunikasi dan bekerja sama selama pertandingan.

Pilates menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melatih kekuatan otot, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh dalam suasana kelas. Keduanya memberi ruang bertemu teman sambil tetap aktif bergerak.

Dilansir dari Frontiers in Psychology, padel dan pickleball mulai diteliti karena potensinya mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan.

Mengapa Padel dan Pilates Menarik untuk Anak Muda

Harvard Health Publishing menyebut aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Olahraga bersama juga menjaga motivasi agar tetap aktif. Berikut beberapa alasannya:

  • Menjadi aktivitas bersama teman, baik bermain padel berpasangan maupun mengikuti kelas pilates.
  • Mencoba pengalaman baru yang berbeda dari agenda nongkrong di kafe atau pusat perbelanjaan.
  • Mendukung kebugaran tubuh: padel melatih kelincahan dan koordinasi, pilates fokus pada kekuatan otot inti, keseimbangan, dan fleksibilitas.
  • Membuka peluang bertemu komunitas dengan minat serupa.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ikut Tren

Mengikuti aktivitas yang sedang populer sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, jadwal, dan kondisi keuangan. Dengan begitu, olahraga tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

WHO menganjurkan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau intensitas tinggi 75–150 menit per minggu. Rekomendasi ini bisa dipenuhi lewat berbagai jenis aktivitas, tidak terbatas pada padel atau pilates.

  • Pilih aktivitas sesuai kemampuan. Pemula bisa mempelajari teknik dasar padel atau mengikuti kelas pilates untuk pemula.
  • Atur anggaran dengan mempertimbangkan biaya sewa lapangan, perlengkapan, dan kelas.
  • Jaga konsistensi lewat jadwal yang realistis agar tidak mengganggu aktivitas harian.
  • Utamakan kenyamanan dengan memilih olahraga yang disukai.

Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter

Jika memiliki riwayat cedera, masalah sendi, atau kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai padel maupun pilates. Pemula juga disarankan memulai dengan intensitas ringan agar tubuh beradaptasi.

Dengan perencanaan yang tepat, olahraga bersama teman bisa menjadi cara menyenangkan menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan sosial di akhir pekan.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fimela.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks